Friday, August 31, 2012

ORANG UTAN MATI TERBAKAR...



TURUT BERDUKA, SEDALAM-DALAMNYA, ATAS KEMATIAN TRAGIS "SAUDARA TUA MANUSIA" INI. 
"Kau adalah makhluk yang tak pernah berdosa, tapi manusia telah berbuat dosanya sendiri terhadap kau. Aku pinta kepada Tuhan, agar mengkutuk orang-orang yang menyebabkan kamatian kau. Kau adalah makhluk yang tak bernama, tapi kau sudah menjadi martir, korban - untuk kalangan kau sendiri. Jika aku dekat dengan kau, aku turut menggali kubur untuk kau. Selamat jalan, saudaraku...!" (Rizal Bustami)



Barikut ini merupakan pemberitaan beberapa media di Jakarta. 

Orang Utan Akhirnya Mati
Penulis : Agustinus Handoko
PONTIANAK, KOMPAS.com
Orang utan yang dievakuasi dari Wajok Hilir, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat akhirnya mati pada Rabu (29/8/2012) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Orang utan jantan dewasa itu mati dalam perjalanan untuk menjalani perawatan ke Ketapang.

Manajer Program World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Kalimantan Barat Hermayani Putera, Kamis (30/8/2012) mengatakan, orang utan mati saat dalam perjalanan menuju pusat rehabilitasi dan konservasi International Animal Rescue (IAR) Ketapang.

Rabu sore, orang utan yang semula dirawat di Daops Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar, Rasau Jaya, Kubu Raya dibawa ke Ketapang. "Saat ini tim dari beberapa lembaga sedang mencari tempat otopsi dan menyiapkan peralatan di Pontianak. Sebagian anggota tim juga sedang menyiapkan penyimpanan mayat," kata Hermayani.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab kematian orang utan itu. Sejak Sabtu lalu, orang utan berumur sekitar 17 tahun itu diketahui berada di kebun warga. Lalu, Senin lalu berhasil dievakuasi dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Orang utan itu mengalami luka bakar di pohon kelapa yang pelepahnya terbakar setelah pengasapan menimbulkan percikan api.

Sepanjang hari Minggu lalu, orang utan itu sudah tiga kali ditembak menggunakan bius, tetapi tak berhasil dilumpuhkan. Baru pada Senin sore, tembakan obat bius berhasil.
================================
Team dokter yang melakukan Otopsi (Foto:Kompas)

Luka Bakar Bukan Penyebab Orangutan Mati
Penulis : Agustinus Handoko
Jumat, 31 Agustus 2012

PONTIANAK, KOMPAS.com
Tim dokter hewan telah menyelesaikan nekropsi atau, dalam bahasa medis manusia, otopsi terhadap orangutan yang mati. Orangutan mati akibat komplikasi, sedangkan luka bakar bukan merupakan penyebab utama kematiannya.

Tim nekropsi terdiri dari lima dokter hewan. Hasil nekropsi sudah diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar, Jumat (31/8/2012). Anggota tim nekropsi, Drh Yudha Dwi Harsanto, mengatakan, orangutan itu mati karena kekurangan oksigen, stres, dan dehidrasi. "Kami juga menemukan bahwa 50 persen jantungnya diselimuti lemak dan saluran pencernaan berisi gas," kata Yudha.

Orangutan itu memang mengalami luka bakar hingga 70 persen, tetapi hanya di jaringan paling luar. Orangutan itu mati pada Rabu malam dalam perjalanan menuju pusat rehabilitasi dan konservasi International Animal Rescue (IAR) Ketapang. Kamis kemarin, tim melakukan nekropsi di klinik hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar.
Editor :Rusdi Amral
================================
Orang Utan yang Terbakar Akhirnya Mati 
TEMPO.CO, Pontianak
Kamis, 30 AGUSTUS 2012
Seekor orang utan jenis Pongo pygmaeus yang masuk ke perkampungan penduduk di kawasan Wajok, Kalimantan Barat, pekan lalu, akhirnya mati. Orang utan tersebut mengalami luka bakar ketika warga berupaya mengusirnya.

“Diagnosis awal penyebab kematiannya, kami tidak bisa pastikan. Nanti dokter hewan yang akan memastikannya lewat otopsi,” kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Niken Wuri Handayani, kepada Tempo, Kamis, 30 Agustus 2012.

Menurut Niken, orang utan tersebut mati tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB dalam perjalanan ketika dibawa ke pusat rehabilitasi yang dikelola oleh International Animal Rescue Indonesia di Ketapang.

Proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian orang utan tersebut dilakukan oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat. Itu sebabnya jasad orang utan tersebut dibawa kembali ke Pontianak.

Niken menjelaskan bahwa proses otopsi terhadap orang utan jantan dengan berat dan usia sekitar 16-17 tahun itu memerlukan waktu sekitar lima jam.

Sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Ssumber Daya Alam Kalimantan Barat, Johan Utama, mengatakan bahwa kondisi orang utan tersebut sudah berangsur membaik dan terus diobservasi oleh tim dokter hewan yang diperbantukan. Bahkan, untuk menghindari stress, orang utan tersebut tidak boleh mendapatkan kunjungan manusia.

Orang utan tersebut masuk ke kawasan sekitar pemukiman warga di kawasan Wajok, Kalimantan Barat, diduga untuk mencari makanan akibat pakan aslinya yang habis bersamaan dengan maraknya pembukaan lahan. Warga membakar pohon tempat orang utan itu menghindar saat dikejar.
==================================
Foto :Tribun news

Orangutan yang Terbakar di Pontianak Akhirnya Mati
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) yang tersesat di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, dan mengalami luka bakar, akhirnya mati, malam tadi, Rabu (29/08/2012), pukul 22.30 WIB.

Primata dilindungi itu menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju fasilitas perawatan Pusat Rehabilitasi & Konservasi International Animal Rescue (IAR) di Ketapang, setelah melalui perawatan secara intensif di DAOPS Manggala Agni, Rasau Jaya, Kubu Raya selama tiga hari sejak berhasil dievakuasi 27 Agustus lalu.

Manajer Program Kalimantan Barat, WWF-Indonesia, M. Hermayani Putera dalam siaran pers yang diterima Tribun mengatakan, menurut hasil pemeriksaan petugas medis pasca evakuasi, luka yang dialami tidak membahayakan dengan perkiraan waktu pemulihan sekitar 2-3 minggu sebelum dapat dilepasliarkan kembali.

"Satwa tersebut sudah mulai mau mengkonsumsi buah-buahan. Sayangnya, tingkat stress dan dehidrasi satwa tersebut memang masih sangat tinggi," katanya.

Berdasarkan rekomendasi medis, tim gabungan yang terdiri dari Balai KSDA Provinsi Kalimantan Barat, Yayasan Titian, Yayasan IAR, Lembaga Gemawan dan WWF-Indonesia memutuskan untuk memberangkatkan Orangutan ke IAR Ketapang untuk perawatan yang lebih baik kemarin, Rabu, (29/8/2012).

Pemeriksaan sebelum keberangkatan menunjukkan kondisi orangutan yang terbakar dalam proses pengasapan saat evakuasi itu, memungkinkan untuk menempuh jalur tersebut.

Pada pemeriksaan lanjutan dalam pukul 22.00, di daerah Kubu Raya, orangutan tidak menunjukkan pergerakan sebagaimana mestinya.

Setelah melalui pemeriksaan intensif oleh Drh Ahmad Syifa Sidik, S.KH, pada pukul 22.30 orangutan tersebut dinyatakan mati. Mayat orangutan kembali dibawa ke Pontianak untuk menjalani proses otopsi

“Saat ini kami sedang menunggu hasil otopsi untuk mengetahui sebab kematian orangutan jantan yang kami evakuasi dari Wajok Hilir. Sangat disayangkan proses penyelamatan yang telah dilakukan bersama dalam beberapa hari terakhir tidak mampu menyelamatkan orangutan tersebut,” ujarnya.
================================
WWF Prihatin Orangutan Terbakar Mati
Jakarta (ANTARA)
Kamis, 30 Agustus 2012

Aktifis lingkungan World Wildlife Fund (WWF) prihatin dan menyayangkan matinya orangutan yang terbakar di Kalimantan Barat setelah sebelumnya kondisi hewan dilindungi tersebut sempat membaik.

"WWF prihatin dan tentunya menyayangkan, semestinya itu tidak perlu terjadi," kata Koordinator Konservasi WWF-Indonesia, Chaerul Saleh di Jakarta, Kamis.

Chaerul mengatakan, tadinya orangutan jantan yang berusia sekitar 16-17 tahun itu diharapkan segera sembuh setelah dipindah ke fasilitas Pusat Rehabilitasi dan Konservasi Internasional Rescue, Kabupaten Ketapang.

Kronologis kejadian terbakarnya orangutan tersebut berawal dari usaha masyarakat untuk mengusir orangutan yang memasuki perkebunan mereka pada hari Minggu (26/8) di Kampung Parit Wadongkak, Desa Wajok Hilir, Pontianak, Kalimantan Barat.

Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk melaporkan ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) setempat yang berusaha membius orangutan untuk di evakuasi tapi tidak berhasil.

Masyarakat berinisiatif untuk mengasapi dengan menggunakan api, tapi malah pohon kelapa ikut terbakar dan turut membakar orangutan tersebut.

Koordinator WWF Kalbar, Hermayani Putra yang dihubungi juga mengaku bersedih dengan matinya orangutan tersebut karena berbagai upaya maksimal sudah dilakukan.

"Orangutan itu mati sekitar pukul 22.30 WIB. Oleh tim gabungan diputuskan dibawa ke Pontianak untuk autopsi," kata Hermayani.

Menurut dia berdasarkan keterangan yang diperoleh dari dokter, sebenarnya kondisi luka bakar orangutan tersebut tidak begitu parah, tapi karena tingkat hidrasi dan stress yang tinggi bisa menjadi penyebab matinya satwa itu.

"Kemarin sore kondisinya semakin membaik. Tapi untuk memastikan penyebab kematian orangutan akan dilakukan autopsi," tambah Hermayani Putra.

Lebih lanjut dia menyatakan, WWF akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab keluarnya orangutan seberat 70 kg itu dari habitat aslinya sampai masuk ke perkebunan masyarakat.

Populasi orangutan saat ini semakin berkurang karena rusaknya habitat asli mereka disebabkan pembukaan lahan perkebunan maupun ilegal loging. Diperkirakan saat ini populasi orangutan di Kalimantan hanya tersisa 50.000 ekor saja.(rr)





Thursday, August 30, 2012

Cartenz

Peta Topographi Cartenz / Puncak Jaya / Puncak Mandala
Peta ini diambil dari Soviet Military Maps / Topomapper
Guna mendapatkan detil peta, peta Puncak Cartenz, Papua ini, ditampilkan dalam per sheet. 











Friday, July 20, 2012

Catatan Perjalanan ke Dieng,Jawa Tengah



Perjalanan Landy ke Dieng

Keputusan yang mendadak, perjalanan panjang yang tiba-tiba. Kedai Kopi Cantigi,Cibodas, Jawa Barat selalu menjadi 0 KM keberangkatan. Telah menempuh  sejauh 1050 km ke Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan perbedaan ketinggian yang ekstrim untuk sebuah perjalanan normal.

Merupakan kebiasaan saya menyiapkan Land Rover supaya siap dijalankan. Adalah hobby saya mereka-reka sebuah tujuan untuk diekplore. Menetapkan tujuan, menentukan rute dan menyimpannya di laptop. Begitu ada kesempatan, Landy siap dijalankan, rute dipindahkan ke GPS sehingga tidak membuang-buang waktu lagi.

Tuesday, July 17, 2012

Peta Topographi Gede-Pangrango




Para Penulis Wikipedia


Berkenalan dengan para penulis Wikipedia

16 Juli 2012,BBC
Jimmy Wales

Memasuki usia ke11, Wikipedia yang didirikan oleh Jimmy Wales tersebut, kini menjadi salah satu situs terpopuler di internet dan merevolusi cara manusia di seluruh dunia mengakses informasi.

Sistem situs itu menyimpan 22 juta artikel dalam 282 bahasa. Situs dalam bahasa Inggris memiliki empat juta artikel hingga hanya sekitar 150 artikel untuk situs dalam bahasa Fiji, Chammoro, Akan dan Xhosa.

Halaman-halaman itu ditulis dan diperbaharui oleh 85 ribu sukarelawan di seluruh dunia dan minggu ini ratusan kontributor serta editor Wikipedia yang paling aktif berkumpul di Washington DC untuk konferensi Wikimania.

Jadi siapa saja orang-orang yang menjaga situs tetap berjalan, memastikan pengguna internet di seluruh dunia memiliki alat untuk menyelesaikan taruhan di bar, riset skripsi atau menghabiskan waktu saat bosan di kantor?

Asal: Santiago, Chile
Pekerjaan: Insinyur
Wikipedia: Spanyol
Jumlah edit: 37.000
Edit pertama: Artikel tentang Piala Dunia 1962 di Chile
"Saya ingat saya senang mencari informasi. Saya menemukan beberapa kesalahan, "Bukan, itu bukan skor yang benar." Saya mengubahnya dan kemudian saya melihat ada kesalahan lain. Lalu saya memulai untuk Olimpiade."
Topik favorit: Olahraga, terutama sepakbola. "Saya mengetahui sesuatu tentang topik itu. Saya tidak bisa bermain sepakbola. Saya benar-benar pemain yang buruk. Mungkin itu adalah cara mengekspresikan hal-hal yang tidak bisa saya lakukan dalam kehidupan normal.
Proyek terbaru: Presiden dari Yayasan Wikimedia cabang Chile, dengan Perpustakaan Kongres Chile, mengunduh catatan-catatan kongres dari empat dekade pertama Republik Chile.


Asal: Tashkent, Uzbekistan
Pekerjaan: Mahasiswa
Wikipedia: Uzbekistan dengan sumber dari Wikipedia berbahasa Inggris dan Rusia
Jumlah edit: Sekitar 5.000
Edit pertama: Christiano Ronaldo (versi Uzbekistan).
"Setelah itu saya membuat artikel tentang Linkin Park. Lalu hal-hal yang berkaitan dengan sains, pengetahuan umum yang berguna. Kimia, geologi, semuanya.
Mengenai Wikipedia Uzbek: "Ini adalah unit Wikipedia yang sangat kecil, hanya 20.00 artikel saja dan membutuhkan lebih banyak editor. Populasi Uzbekistan cukup besar yaitu sekitar 31 juta tetapi Wikipedia sangat sedikit. Orang hanya membuka Wikipedia dan tidak tahu bagaimana cara mengeditnya. Mereka ketakutan dengan berbagai macam template."


Asal: Stamford, Inggris
Pekerjaan: Manajemen proyek
Jumlah edit: 987.703
Edit pertama: Modafinil. "Anda tidak bias tidur. Wikipedia didesain untuk bekerja melawan narkolepsi. Militer Amerika menggunakannya untuk pilot-pilot tempur agar mereka tidak tertidur."
Kebiasaan edit: "Jika saya menemukan ada kesalahan yang sama atau kesalahan yang dibuat orang, saya dapat mencari seluruh Wikipedia dan menemukan semua kesalahan yang ada. Contoh yang baik adalah kepala berita di bagian tentang ilmu bela diri. Banyak orang menggunakan huruf besar untuk menulisnya dan itu salah. Saya tidak tertarik dengan ilmu bela diri tetapi kalau saya melihat kesalahan itu, saya langsung mengedit semuanya.
Proyek terkini: Memasukkan ke Wikipedia satu edisi Kamus Biografi Nasional yang sudah memasuki domain publik.
Mengerjakan Wikipedia sepanjang malam? "Sudah pernah terjadi."

Asal: Budapest, Hongaria
Pekerjaan: Mahasiswa
Wikipedia: Hongaria, Inggris
Jumlah edit: "Beberapa ribu," termasuk 120 terjemahan lengkap dari bahasa Inggris.
Edit pertama: "Artikel tentang budaya pop Amerika, seperti serial TV Amerika. Prison Break dan lainnya. Saya merasa saya bisa memberikan sesuatu bagi warga Hongaria."
Artikel favorit: Mill Ends Park di Oregon. "Saya suka topik-topik aneh, fakta-fakta acak dan legenda urban."

Asal: Washington DC, As
Pekerjaan: Petugas perpustakaan
Edit pertama: Rumah pensiun Angkatan Bersenjata di Washington. "Artikel itu membingungkan dan tidak akurat." Mengedit artikel itu "memberi saya kepercayaan diri bahwa mengoreksi kesalahan dapat dilakukan dan bahwa Wikipedia bukan cuma sekelompok orang konyol yang menulis hal yang dibuat buat."
Wikipedia vs Perpustakaan?: "Beberapa petugas perpustakaan yang berusia lebih tua masih menaikkan alis mereka jika mendengar kata Wikipedia."

Asal: Indianapolis, AS
Pekerjaan: Petugas pengantar pizza
Jumlah edit: 1,1 juta
Edit pertama: Sahara Barat: "ketika saya di SMA saya harus mengerjakan tulisan tentang India. Saya melihat CIA World Factbook menulis tentang apa yang disebut Sahara Barat. Saya mencari informasi lebih lanjut tapi tak bisa menemukan apa pun."

Asal: Yerusalem, Israel
Pekerjaan: Manajer pengumpulan data, Museum Israel
Topik favorit: Seni Israel
Frustrasi jika: "Saya tidak suka dihapus. Satu pagi seluruh proyek saya [membuat katalog koleksi seni Museum Israel di Wikipedia] hilang. Beberapa anak magang yang bekerja dengan saya di proyek itu menangis.
Motivasi: "Meningkatkan liputan Wikipedia terhadap Museum Israel "Memberikan orang kesempatan untuk berbicara mengenai hal-hal yang tidak terkait dengan perbedaan politik di sini."

Asal: Seattle, Amerika Serikat
Pekerjaan: Kontributor Wikipedia, dan aktivis sebuah organisasi hak konsumen
Kebiasaan edit: Mengedit delapan jam seminggu. "Saya tidak lagi menonton televisi, saya tidak lagi menonton film. Saya memberikan segalanya kecuali bersosialisasi dengan teman-teman saya, berolahraga dan membaca buku."
Topik favorit: Sains populer

Asal: British Columbia, Kanada
Pekerjaan: Dokter di instalasi gawat darurat
Jumlah edit: 65.000
Topik favorit: Kesehatan dan kedokteran. "Wikipedia memiliki 34.000 artikel kedokteran yang dilihat sebanyak 200 juta dalam sebulan. Ini adalah salah satu sumber kedokteran yang paling banyak digunakan di dunia."

(Artikel dan foto diambil dari BBC Indonesia,Rizal Bustami)

Thursday, July 05, 2012


Eric Martoyo

Montecristo
Seperti Mendengarkan Musik Luar Negeri…

Sebuah pertunjukan kecil tapi mendapat perhatian besar oleh para sesepuh musik, pengamat dan peliputan, terjadi di Bentara Budaya Jakarta, 31Mei 2012. Montecristo, telah membuat para penonton tercengang-cengang…

(Ini adalah sebuah episode dari kehidupan Mrs. Chan saat ia mengatakan kepada saya secara pribadi, Eric Martoyo)

“Ancestral Land”
Words by Eric Martoyo; Music by Eric Martoyo & Fadhil Indra; Arranged by Fadhil Indra
 It was midnight in nineteen fifty two
The propaganda had been burning in her soul
She was only nineteen years old
When she said, “Mama, I have to go”
The moon and stars were dancing in her eyes
When she boarded the ship for her ancestral land
The sail was spreading hopes and dreams
“Hello brothers and sisters, here I am”

Chorus:
They were welcomed by the dragon dance
The only thing to remember again and again
And then a man said, “You don’t belong in this land”
Life’d never be the same

Music: . . . . . .
Nights and days were slowly passing by
She was forced to answer the same questions every day
And for years, she survived on
Three cups of plain rice day after day

Chorus:
They were welcomed by the dragon dance
The only thing to remember again and again
And then the man said, “You’ve come to spy on us”
“This life you must give up”

Her heart was broken and her faith was drowned
She’d got nowhere to hide and nowhere to run
She was a prisoner in her dreamland
The wall was just too high to climb, whoa…

Music: . . . . . .
The sail was spreading hopes and dreams
“Hello brothers and sisters, here I am”

Chorus:
They were welcomed by the dragon dance

The only thing to remember again and again
And then the man said, “You’ve come to spy on us”
“This life you must give up”

Her heart was broken and her faith was drowned
She’d got nowhere to hide and nowhere to run
She was a prisoner in her dreamland

The wall was just too high to climb
They were welcomed by the dragon dance
The only thing to remember again

“Oh Lord, take me with You”
“Where are You?”... “Where are You?”
“Please take me with You now”

“Now! Now! Now! Now!”
 
Ketika diundang oleh Seno M. Hardjo untuk menonton Montecristo di Bentara Budaya Jakarta, 31 Mei 2011, saya pikir ini adalah sejenis musik jazz pop. Kesan itu saya dapatkan dari poster pertunjukannya. Begitu dram ditabuh, gitar listrik dipetik, tuts piano dimainkan, yang muncul adalah musik rock yang hingar bingar dan padat. Saya masih acuh tak acuh, untuk mengeluarkan camera saja malas. Kesan saya mulai berubah menyimak lafal Inggris sang vokalis Eric Martoyo yang sempurna. Ketika Eric berbicara dalam bahasa Inggis yang fasih, sebagai pengantar musik dan groupnya, saya mulai antusias. Puncak keantusiasan saya – ketika sampai ke latar panggung untuk memotret.

Sembilan lagu yang dinanyikan, semua lirik dalam bahasa Inggris, dan gubahan mereka. Tidak ada keraguan lagi jika mendengarkannya bagai mendengarkan musik rock dari Eropa atau Amerika.

“Apa pendapat lu Zal,” tanya Seno seusai pagelaran.

“Seperti mendengarkan musik luar negeri dan elitis,” jawab saya.



Siapa Montecristo ?
Saya pun heran, kok ada group musik sebagus itu yang terkubur diantara rimba musik Indonesia yang “ngak – ngik – nguk”.

Sebagai pengakuan bahwa Montecristo bukanlah group musik “murahan”, adalah kehadiran Yockie Suryo Prayogo di panggung mengiringi Montecristo dengan pianonya. Apa yang dikatakan oleh Bung Yockie, bahwa Montecristo perlu didukung. Tentu Bung Yockie punya alasan tersendiri mengapa ia terlibat dalam group ini.


“Pertama kali Seno menawarkan Montecristo, saya minta sample lagunya. Setelah saya dengarkan, saya minta bertemu dengan mereka. Kami bertemu di Plaza Senayan. Saya tidak yakin, karena yang datang adalah seorang “karyawan berdasi”, dan itu adalah Eric Martoyo. Sejak itu kami garap musik bersama-sama. Sedangkan Seno, adalah ‘ayah angkat’ dari Montecristo,” ungkap Bung Yockie yang diiringi tepuk tangan oleh penonton.

“Ketika pertama kali mendengakan Montecristo, hanya Bung Yockie yang cocok untuk menangani mereka. Begitu saya sampaikan kepada mereka, mereka mau sekali,” terang Seno, mantan wartawan musik, produser, juga penggiat di AMI (Anugrah Musik Indonesia) itu.
 Panggung tidak saja diisi oleh anggota Montecristo, tapi juga ada Lilo (Kla Project) sebagai pembawa acara, yang juga memberikan apresiasi. Secara berseloroh Lilo berkata, telah terjadi “pelecehan intelektual” karena saya menjadi MC. “Ini pertamakali saya sebagai MC,” kata Lilo yang disambut tertawa.

Jadilah panggung tersebut sebagai “panggung sandiwara”, dengan kelihaian Lilo membawakannya, sehingga cair, akrab dan berkesan.
Montecristo lahir tahun 2007 silam. Mereka ini adalah pemain musik yang tekun. Setelah terbentuk, menyamakan persepsi, dan kemudian membulatkan tekat. Mereka terdiri dari Eric Martoyo (vokal utama), Rustam Effendy (gitar), Fadhil Indra (piano, keyboard), Haposan Pangaribuan (bass gitar), Alvin Anggakusuma (gitar) dan Keda Panjaitan (drum). Kemudian mereka sering tampil di berbagai panggung pertunjukan, dengan aliran Rock Progresif.

“Berawal ketika saya bertemu dengan Rustam menonton Dream Theater di Singapore. Kembali ke Jakarta, kami membentuk group musik, lalu susun personel,” Eric menjelaskan.

 Menilik lirik-lirik lagunya, cendrung sebagai sebuah puisi atau prosa karena kesungguhan dalam pengarapannya - yang berdasarkan fakta kejadian serta fenomena negeri ini. Misalnya saja lagu yang berlabel Ancestral Land diatas.   Lagu tersebut tentang kisah  Mrs. Chan’s, tante Eric sendiri.

 Pada tahun 1952, Partai Komunis Cina membuat propaganda agar para Cina parantauan (hawkiau) kembali ke tanah lelulur. Berbondong-bondonglah Cina keturunan Indonesia ke Tiongkok. Bertepatan pada saat itu, Tiongkok mengalami kegagalan panen, sehingga terjadi kelaparan. Cina Indonesia yang sudah menjajakan kakinya disana, mendapat perlakuan tidak simpatik oleh masyarakat setempat karena dikira akan mengurangi jatah makan mereka. Pendatang ini dicuigai sebagai agen asing. Sementara dari pemerintah, tidak ada pembelaan. Tantenya yang ketika meninggalkan tanah air baru berusia 19 tahun, kemudian menjadi seorang dokter, berhasil melarikan ke Hongkong. Di Hongkong itulah terjadi pertemuan keluarga, antara keluarga di Jakarta dan keluarga di Hongkong. Kisah nyata itu dijadikan untuk sebuah lirik lagu. Tentu tidak mudah memproses kisah ini dalam sebuah bait-bait lagu. Dan, Eric menyampaikan fakta tersebut di panggung musical.

Nah, lagu terakhir yang dihidangkan Montecristo, yaitu Crash berlatar belakang kejatuhan sebuah pialang saham terbesar, Lehman Brothers   Amerika pada tahun 1998-yang memicu krisis global. Itulah yang puisi yang dinyanyikan. Pembuatan lirik-lirik itu melalui proses pengamatan dan kecermatan seorang yang dibekali kecerdesan.

 Eric Martoyo adalah seorang pengusaha yang sukses. Salah satu usahanya adalah importer alat-alat kesehatan. Sehari-hari ia sibuk mengurusi bisnisnya, pada akhir minggu mereka latihan musik. “Musik adalah jiwa saya, semangat saya. Melalui musik, saya ekspresikan diri saya,” tegasnya dengan mengepalkan tangannya.

Melalui kretivitas musiknya, Montecristo terasa cerdas dan elitis.  Cerdas, karena lirik-liriknya. Elitis, karena santun.
 Soal nama Montecristo, bagi kalangan elitis Jakarta dipersonifikasikan ke cerutu. Bagi saya, mengingatkan ke novel Monte Cristo yang dikarang oleh Alexandre Dumas, pengarang Perancis yang hidup antara 1802-1870.

Rekaman album pertama terjadi antara April dan Juli tahun 2009, dengan label Celebration of Birth.

Inilah lagu-lagunya. Dikatakan oleh mereka, musik ini dilahirkan untuk kritik.

1. Ancestral Land
2. About Us
3. A Romance of Serendipity
4. Garden of Hope
5. Celebration of Birth
6. In Touch With You
7. Crash
8. Forbidden Song
9. Clean

(Rizal Bustami)

HARGA BENELLI MOTOBI 152 TH 2023