Bersepada di
Sumbawa, Bisakah?
Yaa, sangat
bisa… Banyak pilihan untuk bersepada di Sumbawa, baik seorang diri, maupun
dengan rombongan. Saya memilih rute Dompu sampai ke Geopark Tambora, dengan melakukannya
sendiri…
Banyak orang
Indonesia yang tidak mengetahui fakta-fakta georafis Pulau Sumbawa. Kota Bima
saja, ditafsirkan sebagai nama orang. Apalagi dengan nama Dompu, sangat asing
bagi masyarakat kita. Tambora atau Gunung Tambora, sedikit banyak orang lebih
mengetahuinya, karena cukup banyak publikasi tentang kawasan ini, terutama
Gunung Tambora yang letusannya fenomenal pada 10 April 1815. Dalam perjalanan
menuju Tambora, di Jalan Raya Calabai, bisa dilihat tumpahan lava yang sudah
membatu.
Fakta-fakta
visual atau pandangan mata dapat dilihat dari infrastruktur jalan dan jembatan.
Sepanjang jalan dari Bima ke Tambora dan dari Bima ke Pelabuhan Poto Tano, di
Sumbawa Besar, pelabuhan yang menghubungkna Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok jalan
mulus dan besar. Jalan dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas dan marka
jalan. Menurut taksiran saya, sepanjang yang saya amati, hanya 1 persen
kerusakan jalan. Jalan yang rusak tersebut, dalam proses perbaikan. Ruas jalan
raya di Sumbawa, baik kwalitas jalan maupun pemandangan yang disuguhkan, di
Indonesia ini, hanya bisa dibandingkan dengan Sumatera Barat dan Jawa Timur. Untuk
bersepada atau touring sepeda motor, di Sumbawa aman dan bersih.
Pengertian
aman, masyarakat disana ramah. Sosok saya bersepada yang berpakaian UF dan
sepeda MTB yang dilengkapi bagasi, saya dikira orang asing. Semua sepeda motor
yang melewati saya maupun berpapasan, dan warga masyarakat di pinggir jalan,
memanggil saya mister. Tidak jarang
diantaranya meminta saya singgah. Karena Sumbawa kental ke Islamannya, saya
menyapa dengan assaluamualaikum.
Pengertian
besih, penting bagi pemain sepeda udara yang bersih untuk pernapasan. Karena
kawalitas jalan baik, maka kadar debunya minim, yang berada dalam taraf toleransi.
Tingkat kebisingan juga rendah, karena volume kendaraan bermotor tidak seperti
di Pulau Jawa.
Pilihan Rute Sepeda
Baiklah,
Bima ke timur saya meyakini sama baiknya dibandingkan dengan Bima ke
barat. Bima ke barat sampai ke Pelabuhan Poto Tano
berpamandangan laut dan dan sedikt savana. Rute ke utara sampai dengan
Pancasila bagus, dominan savana, sedikit laut.
Mengayuh
sepeda, saya memilih rute utara. Sepeda saya kayuh mulai dari Dompu sampai ke
Doro Ncana, dengan jarak lebih kurang 75 km. Untuk bernavigasi dan mencatat
perjalanan, saya menggunakan GPS Garmin 62s. Bagi saya, tracklog GPS sangat
penting. Jarak temuh 75 bersepda di jalan raya, menurut saya juga ideal.
Tujuh
kilomter selepas kota Dompu, jalan mulai menanjak dari ketinggian 10 mdpl
(meter dari permukaan laut) ke 177 mdpl dengan jarak 6 km. Kemudian jalan cendrung
turun sampai ke kilometer 25. Lalu turun sejauh 5 km ke ketinggian 25 meter.
Mendaki lagi sejauh 4 km ke ketinggian 145 mdpl. Selanjutnya relative turun
naik sampai 48 kilometer perjalanan. Menanjak lagi dari 9 mdpl ke 90 mdpl,
dengan jarak tempuh 1 km. Setelah itu relative turun naik dengan maskimal
ketinggian 60. Matrik yang saya tampil diatas bersifat relative, artinya perkiraan
berdasarkan perhitungan Google Earth, namun demikian cukup bisa dipakai sebagai
refrensi perjalanan. Semua data matrik tersebut, berdasarkan cacatan GPS Garmin
yang dikoversikan oleh Google Earth.
Sebaiknya memulai gowes sepeda pagi sekali antara jam 05.00 – 06.00 WITA. Dengan menggowes pagi sekali, supaya bisa mencapai tujuan sebelum matahari tenggelam. Perlu juga diketahui, bahwa matahari lebih cepat terbit di bagian timur, dan teggelamnya juga lebih cepat. Perjalanan dari Dompu sampai ke Kempo dengan lingkungan ramai oleh pemukiman. Di Sori Usu, bisa istirahat, membeli makanan dan minimun. Di Sori Usu, perlu cek arah, supaya tidak tersesat.
Selepas
Kempo, jalan mulai mendaki. Lalu turun sampai bertemu lagi pendakian kedua.
Selepas pendakian kedua, akan bertemu dengan Wisata Mata Air Hudo di pinggir
pantai. Disini bisa istirahat dan makan siang. Terdapat mushalla dan toilet.
Bisa juga mandi di mata air.
Sampai tahap
ini, pemandangan tidak lepas dari ladang jagung. Sumbawa dikenal sebagai sentra
jagung terbesar di Indonesia. Jagung pula yang mendatangkan kemakmuran bagi
rakyat Sumbawa. Antara bulan Februari sampai dengan Mei, masa panen raya
jagung.
Jangan
berlama-lama disini, sekikar 5 km dari sini, savana sudah menanti. Lanjutkanlah
perjalanan. Hanya 5 km dari Mata Air Hudo, inilah perjalanan sesungguhnya di
Sumbawa, yaitu melintasi savana yang amat luas. Di sisi kiri biru oleh laut, di
sebelah kanan dipagari oleh Gunung Tambora yang legendaris. Selain menyaksikan
padang rumbut, di permukanan masih tanah bisa dilihat bebatuan hitam sisa
letusan Gunung Tambora.
Carilah
lokasi yang ideal untuk membuat teh atau menyeduh kopi Tambora di savana.
Jangan terburu-buru, karena banyak pilihan untuk menikmatinya sembari menonton
sapi, kerbau dan kuda liar merumput.
Dimana Stay?
Jika
perjalanan Anda lancar, keberadaan Anda di savana antara jam 13.00-14.00 WITA. Ke
depan, masih banyak spot yang menarik.
Ini sebuah
dilema dalama perjalanan jarak jauh. Berada di kawasan yang unik, bisa membuat
kita terlena, sementara perjalanan harus dilanjutkan. Dalam pikiran akan
muncul, apa setelah ini dan dimana saya bisa beristirahat malam?
Pada rute
Tambora ini, Anda bisa stay di Doro Ncana. Disini, terdapat fasilitas
penginapan yang di kelola oleh Dinas Periwisata. Semacam rumah singgah, gratis.
Bangunannya berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu. Ada kamar dan teras
yang bisa dipakai bersama. Di rumah singgah ini, terdapat toilet dan mushalla.
Meski gratis, ada baiknya meninggalkan uang kebersihan bagi pengelola.
Bertetangga dengan rumah singgah, terdapat Kantor Resort Taman Nasional Gunung Tambora, Doro
Ncana. Doro Ncana, lebih kurang 15 km dari batas savanna bagian selatan.
Jalanan relative rata. Anda harus sampai di Doro Ncana sebelum matahari
tenggelam.
Berikutnya,
apakah Anda hanya sampai disini atau akan melanjutkan perjalanan? Jika ingin
menuntaskan perjalanan, tujuannya adalah Desa Pancasila. Desa Pancasila dikenal
sebagai sentra kopi Tambora sejak zaman Belanda. Bahkan disini masih terdapat
sisa-sisa tanaman kopi pada zaman Belanda. Disinilah Anda akan menikmati kopi
Tambora itu. Jarak antara Doro Ncana dengan Desa Pancasila, lebih kurang 50 km,
jarak yang ideal untuk bersepda satu hari.
Transportasi Umum
Ada dua hal
yang krusial jalan-jalan bebas di Sumbawa, yaitu tempat bermalam dan
transportasi umum. Untuk tempat bermalam, untung saja di Doro Ncana terdapat
rumah singgah. Lokasi yang ideal jika dilihat dari jarak tempuh dari kota
Dompu. Tentang transportasi umum, hanya tersedia 4 unit mini bus melawati
kawasan ini, dengan trayek Bima – Desa Kenanga dan Dompu – Desa Kenanga. Trayek
Bima – Desa Kenanga berangkat pagi sekitar jam 08.00. Dari Dompu pada jam yang
sama. Soal ketepatan waktu, jangan berharap. Sebaliknya, dari Desa Kenanga –
Dompu dan ke Bima berangkat siang. Bis tersebut akan melintas di Doro Ncana
antara jam 12.00 sampai jam 16.00.
Tips
Dalam
melakukan perjalanan bebas, apalagi di luar Pulau Jawa, bersiap-siaplah
menghadapi ketidak pastian. Adalah sangat penting untuk mencari informasi
kawasan. Meski Anda sudah merencanakan perjalanan dengan baik, seperti pilihan rute
dan perlengkapan yang dibawa, kemungkinan akan menghadapi ketidak pastian besar
sekali. Oleh sebab itu, bersiap-siaplah menghadapinya dengan perlengkapan yang
dibawa. Logistik makanan dan minuman bawalah cukup memadai. Perlu diingat, jika
melakukan perjalanan bebas di Sumbawa, dan semakin ke timur, cuaca cendrung
lebih panas sehingga memerlukan konsumsi air yang banyak.
Adalah
kecendrungan pelaku perjalanan bebas membawa logistik (gear dan pakaian) yang
berlebihan. Khusus untk pakaian, bawalah pakaian tipis cepat kering ( Dryfit).
Baju dryfit cukup dibawa 2 stel, dan 2 stel baju katun untuk istrihat tidur.
Demikian pula dengan celana.
Membawa
tenda dan sleeping bag dalam melakukan perjalan sepeda on road, menurut saya adalah
sia-sia belaka karena karena tidak terlalu dibutuhkan. Lain halnya dengan
flysheet dan matras, sangat berguna.
Untu
keperluan sepeda, ban dalam, ban luar, pompa, lampu malam wajib dibawa.
Adalah
sangat penting rasional membawa barang-barang. Barang-barang yang berlebihan,
akan membuat beban perjalanan menjadi berat.
Ujudkan
impian Anda, untuk secangkir teh atau secangkir kopi di savana Tambora yang
tanpa batas….. (Rizal Bustami)
Baca juga artikel lain tentang Tambora :
https://rizalbustami.blogspot.com/2009/06/manusia-tambora-yang-hilang.html
Wisata Tambora dan jasa transportasi, hubungi Edi Kempo
Jl. UPTD Peternakan Kempo (Jalan Lintas Calabai), Kempo, Nusa Tanggara Barat
Telp. 0853 3723 2772 dan 0823 3909 3637
No comments:
Post a Comment