Melepas Rosihan Anwar :
Catatan Sejarah ada padanya...
Wartawan senior Haji Rosihan Anwar meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Jakarta, Kamis pukul 08.15 WIB, karena serangan jantung. Haji Rosihan Anwar, disebut-sebut wartawan tiga zaman itu, lahir di Kubang Nan Dua, Solok, Sumatera Barat, 10 Mei 1922. Ia meniti karir sebagai wartawan di Harian Indonesia Raya pada 1943, setelah menamatkan pendidikan AMS-A II di Yogyakarta pada 1942. Ia pernah disekap oleh penjajah Belanda di Bukitduri, Jakarta Selatan, akibat dari kebebasan yang ia kumandangkan. Oleh Presiden Soekarno koran miliknya, Pedoman pada 1961 ditutup. Pada masa Orde Baru, Rosihan mendapat anugerah sebagai wartawan sejak sebelum Revolusi Indonesia dengan mendapatkan anugerah Bintang Mahaputra III, bersama tokoh pers Jakob Oetama. Rezim ini yang menutup Pedoman pada tahun 1974, kurang dari setahun setelah Presiden Soeharto mengalungkan bintang itu di lehernya.
Selamat jalan Bung Rosihan, Anda tidak tergantikan oleh zaman... (Rizal Bustami)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ex Camp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepri
Sejarah Pengungsi Vietnam di Pulau Galang Bekas camp Pengungsi Vietnam yang berada di Pulau Galang, pengunjung ...
-
Foto by Juned Bleged Mengayuh Sepeda di Gunung Gede The Real Mountain Bike Mendaki gunung biasanya hanya membawa carrier di pundak.. Bag...
-
Emas, Tidak Membuat Citorek Berkilau Kilau emas tidak membuat Citorek berkilau. Ketenangan dan kebersihan pedusunan khas Banten dig...
2 comments:
Dukacita yang dalam atas kepergian beliau keharibaan Allah SWT... semoga segala kesalahan beliau diampuniNya dan ditempatkan di sisiNya..
Almarhum merupakan sumber sejarah dan guru para jurnalis Indonesia. Dan saya bersyukur, beberapa kali mengikuti ceramah almarhum.
Post a Comment