Monday, May 14, 2012

Tahun 2013, Bukittinggi Tidak Lagi Buang Sampah 
ke Ngarai Sianok
Asap sampah di Ngarai Sianok/Foto Rizal Bustami

Kamis, 10 Mei 2012
Bukittinggi (ANTARA News)

Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menargetkan pada tahun 2013 
tidak lagi membuang sampah ke dasar Ngarai Sianok di daerah Panorama Baru.

"Mudah-mudahan target itu terwujud," kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bukittinggi Maruf Amin di Bukittinggi, Kamis.

Agar tidak lagi membuang sampah ke dasar Ngarai, kata dia, Pemkot telah menjalin hubungan kerja sama dengan Kota Payakumbuh dalam pengolahan sampah karena memiliki tempat pengolahan sampah regional.

"Kerja sama pengolahan sampah dengan Kota Payakumbuh telah ditandatangani oleh kedua kepala daerah. Sekarang tinggal penandatanganan bentuk kesepakatan tentang apa hak dan kewajiban masing-masing daerah," katanya.

Kota Bukittinggi hari biasa menghasilkan 350 meter kubik sampah dan 450 meter kubik pada hari libur, yang dapat diolah menjadi kompos baru sekitar 50 kilogram sehari di rumah kompos di Talao.

"Pengolahan sampah menjadi pupuk organik pada rumah kompos yang berlokasi di Talao, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan itu menggunakan alat icenerator," kata dia.

Menurut dia, pupuk organik dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk pupuk tanaman yang ada di seluruh taman kota serta kantor di Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di kota itu.

Sampah yang berasal dari sampah pasar dan rumah tangga itu diangkut dengan mobil serta becak sampah.

Selama ini, sampah yang dihasilkan itu hanya dilakukan sistem pembuangan terbuka, bukan diolah, di mana sampah itu dibuang ke dasar jurang dengan kedalaman 100 meter di daerah Panorama Baru.

Untuk mengurangi daya angkut sampah ke dasar jurang itu, selain mengolah sampah menjadi kompos di rumah kompos di Talao, warga juga dilatih mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik.

"Pelatihan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik merupakan pengolahan sampah secara 3R, yakni "Reduce, Reuse dan Recycle," kata dia.

Ia berharap dengan pelatihan itu seluruh masyarakat bisa mengolah sampah rumah tangganya sendiri menjadi pupuk organik, karena bisa sebagai pupuk tanaman bunga di rumah.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

No comments:

HARGA BENELLI MOTOBI 152 TH 2023