Monday, February 10, 2014

Kisah Lengkap Usman dan Harun



Sumber Foto ; TNI AL

Sumber Foto : TNI AL
  
 
MENGENANG USMAN DAN HARUN

Wed Nov 16 19:29:15 CET 2005
Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id

Usman, Masa Kecil
Pada masa penjajahan Jepang, di desa Tawangsari Kelurahan Jatisaba Kabupaten Purbalingga, lahirlah seorang bayi bernama Janatin, tepatnya pada hari Minggu Kliwon tanggal 18 Maret 1943 pukul 10.00 pagi. Janatin lahir dari keluarga Haji Muhammad Ali dengan Ibu Rukiah yang kemudian dikenal dengan nama Usman, salah seorang Pahlawan Nasional.  Hari, bulan dan tahun berjalan terus, Janatin terus tumbuh menjadi besar dan kemudian memasuki lingkungan yang lebih luas sesuai dengan  pertumbuhannya dan ia mulai menunjukkan identitas dirinya sebagai Janatin. Orangnya pendiam lagi tidak sombong, memang demikian pembawaannya. Pergaulannya luas, bisa bergaul dengan teman semua lapisan yang sebaya dengannya. Tidak merasa rendah diri walaupun anak desa, dan tidak sombong dengan orang yang lebih lemah dari dia, sehingga ia mempunyai teman banyak.
Sebagai kepala keluarga Haji Muhammad Ali selalu menerangkan agama sebagai landasan hidup. Demikian pula dalam bidang pendidikan sebagai dasarnya beliau menekankan pada pendidikan agama. Tujuannya tidak lain agar kelak putra-putrinya menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa serta tahu membalas jasa orang tua. Karena itu tidaklah mengherankan bila putra-putri Haji Muhammad Ali sedikit banyak mengetahui soal keagamaan dan semua dapat membaca Al Qur'an dengan baik.

Setelah menamatkan Sekolah Dasar, Janatin meneruskan ke SMP kota Purbalingga, yang jaraknya kurang lebih sekitar tiga kilometer dari tempat tinggalnya. Ia masuk di sekolah swasta SMP Budi Bhakti. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan simpati di kalangan masyarakat Purbalingga, karena prestasinya sejajar dengan sekolah negeri.
Walaupun Janatin dari kalangan Islam, namun tidak ada halangan dari orang tuanya untuk memasuki sekolah tersebut. Karena tujuan masuk sekolah bukan untuk belajar agama tetapi untuk menuntut ilmu pengetahuan yang akan dipergunakan sebagai bekal hidup. Sedangkan masalah ilmu agama sudah diperoleh di rumah yang diajarkan oleh orang tuanya sendiri. Sebagai anak desa Janatin tidak lupa akan tugas yang diberikan oleh orang tuanya, yaitu membantu orang tuanya. Ia turut bekerja untuk meringankan beban orang tua, seperti membersihkan kebun, membantu bekerja di sawah dalam mengolah sawahnya, kemudian turut membantu memetik hasil kebun serta memikulnya ke rumah. Setiap hari ia membawa sabit dan menjunjung keranjang untuk mencari makanan binatang piaraan. Pekerjaan demikian sudah menjadi kewajiban yang dijalankan setiap hari, sehingga menjadikan dirinya seorang yang tabah dan ulet.

Di samping itu Janatin ikut juga memperkuat olah raga bulu tangkis di desanya. Permainan bulu tangkis ini diperoleh dari perkenalan dengan anak-anak kota. Untuk arena permainan telah dikorbankan sepetak tanah miliknya yang terletak di dekat rumahnya. Dengan dibukanya lapangan ini banyak mengundang pemuda-pemuda di desanya, bahkan lebih luas lagi sampai ke kota.

Memasuki Kehidupan Militer
Dengan dikomandokannya Trikora pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta oleh Presiden Sukarno, mulailah konfrontasi total terhadap Belanda. Guna menyelenggarakan operasi-operasi militer untuk merebut Irian Barat, maka pada tanggal 2 Januari 1962 Presiden/Pangti ABRI/Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat mengeluarkan keputusan No. 1 tahun 1962 membentuk Komando Mandala yang bertanggung jawab atas segala kegiatan Operasi ABRI serta Sukarelawan.

Masalah Trikora berkumandang di seluruh pelosok tanah air, telah memanggil segenap lapisan  asyarakat dan membangkitkan hati semua pemuda untuk menyumbangkan tenaga dalam pembebasan wilayah yang masih dikuasi Belanda.
Kesempatan inilah membuka pintu bagi Janatin untuk memasuki dinas militer, seperti pemuda lainnya dari pelosok tanah air. Sehingga dalam waktu yang singkat berbondong-bondong pemuda Indonesia mendaftarkan diri untuk menjadi Sukarelawan, dan salah seorang yang terpanggil adalah Janatin.

Pada saat itu Janatin sudah menduduki SMP kelas tiga ialam kwartal terakhir.Karena panggilan hatinya yang bergelora ingin menjadi ABRI, maka setelah menyelesaikan pendidikan, Janatin mendaftarkan menjadi ABRI. Sebelumnya ia memang nengagumi angkatan Bersenjata. Hal ini terlihat dari perhatian fanatin kepada kakaknya yang berdinas di Militer. Bila kakaknya pulang, selalu mendapat perhatian dari Janatin, baik dari pakaian seragam, sikap, dan geraknya. Begitu pula setiap melihat anggota ABRI baik tetangga se desa ataupun kenalan selalu menjadi perhatian baginya. pengaruh inilah yang mengilhami dirinya sehingga ingin menjadi seorang militer.
Semula maksud Janatin tidak mendapat restu dari bapaknya, orangtuanya mempunyai pandangan lain, menghendaki agar anaknya melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Haji Muhammad Ali mengharapkan anaknya tidak memasuki dinas militer, beliau sudah merasa cukup karena ketiga kakaknya sudah menjadi ABRI, sedangkan Janatin biarlah mencari pekerjaan yang lain. Namun karena kemauan keras yang tidak dapat dibendung, ia berusaha mendapatkan restu dari ibunya. Akhirnya Janatin mendapat restu dari orangtuanya untuk memasuki dinas militer.

Janatin pada tahun 1962 mulai mengikuti pendidikan militer di Malang yang dilaksanakan oleh Korps Komando Angkatan Laut. Pendidikan ini dilaksanakan guna pengisian personil yang dibutuhkan dalam menghadapi Trikora. Karena itulah Korps Komando Angkatan Laut membuka Sekolah Calon Tamtama (Secatamko), lamanya pendidikan enam bulan dan Janatin termasuk siswa angkatan ke - X . Setiap siswa selesai melakukan pendidikan dan latihan pendidikan amphibi dan perang hutan. Pendidikan ini  merupakan kekhususan bagi setiap anggota Korps Komando Angkatan Laut. Pendidikan Calon Tamtama dilaksanakan bertingkat. Pendidikan dasar militer dilakasanakan di Gunung Sahari. Pendidikan Amphibi dilaksanakan di pusat latihan Pasukan Pendarat di Semampir. Pada akhir seluruh pendidikan diadakan latihan puncak di daerah Purboyo Malang selatan dalam bentuk Suroyudo. Di sinilah letaknya pembentukan disiplin yang kuat, ketangguhan yang luar biasa, keberanian yang pantang menyerah serta membentuk kemampuan fisik di segala medan dan cuaca, merupakan Pembentukan Pendidikan Korps Komando Angkatan Laut. Semua pendidikan ini telah diikuti oleh Janatin sampai selesai, sehingga ia berhak memakai baret ungu.
Berkat pendidikan dan latihan yang diperoleh selama memasuki militer, Janatin tubuhnya menjadi tegap, kekar, pikirannya tambah jernih, korek, yang lebih penting lagi ia terbina dalam disiplin yang tinggi, patuh, taat dan tunduk kepada perintah atasannya.

Janatin pada bulan April 1964 dengan teman-temannya mengikuti latihan tambahan khusus di Cisarua Bogor selama satu bulan. Mayor KKO Boedi Prayitno dan Letnan KKO Harahap masing-masing sebagai Komandan latihan dan wakilnya. Dalam pendidikan khusus ini dibagi dalam 13 Tim, sedangkan materi yang diberikan antara lain: Inteljen, kontra inteljen, sabotase,Demolisi, gerilya, perang hutan dan lain-lain. Dengan bekal dari latihan di Cisarua ini, diharapkan dapat bergerak di daerah lawan untuk mengemban tugas nanti.

Tohir alias Harun, Masa Kecil
Sekitar 15 kilometer sebelah utara kota Pahlawan, Surabaya, tampaklah dari kejauhan sebuah pulau kecil yang luasnya kira kira 4 kilometer persegi. Di pulau ini terdapat tempat yang dianggap keramat, karena di pulau inilah pernah dimakamkan seorang kyai yang sangat sakti dan terkenal di masa itu, yaitu Kyai Bawean. Sehingga tempat yang keramat ini terkenal dengan nama Keramat Bawean.
Pada saat tentara Jepang menginjakkan kakinya di Pulau Bawean tanggal 4 April 1943, lahirlah seorang anak laki-laki yang bernama Tohir bin Said.

Tohir adalah anak ketiga dari Pak Mandar dengan ibu Aswiyani, yang kemudian terkenal menjadi Pahlawan Nasional dengan nama Harun.
Sejak dibangku Sekolah Dasar ia tertarik dengan kulit-kulit kerang yang terdampar di pasir-pasir tepian pantai daripada memperhatikan pelajaran di sekolah, hal ini akibat seringnya Tohir pergi ke pantai laut. Perahu-perahu yang setiap hari mencari nafkah di tengah-tengah lautan, merupakan daya tarik tersendiri bagi Tohir. Dengan jalan mencuri-curi ia sering menyelinap ikut berlayar bersama perahu-perahu nelayan ke tengah lautan. Bahkan ia sering tidak masuk sekolah ataupun pulang ke rumah, karena mengikuti perahu-perahu layar mencari ikan di tengah laut beberapa hari lamanya.

Setelah menamatkan Sekolah Dasar, tanpa sepengetahuan keluarganya, ia berhasil melanjutkan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Jakarta sampai mendapatkan ijazah. Sejak ia menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama untuk biaya hidup dan sekolah ia menjadi pelayan kapal dagang, di samping itu tetap rajin belajar mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolahnya dengan jalan mengutip kawan-kawannya.
Ia telah menjelajahi beberapa Negara, tetapi yang paling dikenal dan hafal daerahnya adalah daratan Singapura. Kadang kadang ia berhari-hari lamanya tinggal di Pelabuhan Singapura. Dan sering pula ia ikut kapal mondar-mandir antara Singapura - Tanjung Pinang.

Seorang pemuda Tohir tidak terlepas dari persoalan dunia percintaan. Pada masa remaja kira-kira umur 21 tahun ia pernah jatuh cinta dengan seorang gadis idaman hatinya yang bernama Nurlaila.
Tanpa diketahui oleh Samsuri kakak sulungnya sebagai pengganti ayahnya yang sudah meninggal, Tohir dan gadis tersebut telah sepakat untuk kemudian hari membina suatu rumah tangga yang bahagia. Sebagai tanda janjinya gadis tersebut dilingkarkan cicin emas di jari manisnya.

Setelah mendengar kabar, bahwa gadis idaman yang pernah ditandai cincin akan melangsungkan perkawinan dengan seorang pemuda pilihan orang tua sang gadis, Tohir merasa tersinggung. Pada saat di rumah sang gadis sedang ramai-ramainya tamu dan kedua mempelai sudah hampir dihadapkan penghulu, tiba-tiba Tohir dan kawan-kawannya datang menghentikan Upacara perkawinan. Dengan nada marah-marah, ia bersikeras menghendaki agar Upacara perkawinan itu dibatalkan.
Karma penghulu mendapat ancaman dari Tohir, akhirnya lari ke rumah kakaknya yang dekat tempat Upacara perkawinan bekas pacar Tohir di Jalan Jember Lorong 61 Tanjung Priok, minta tolong untuk mencegah tindakan Tohir. Akhirnya Samsuri terpaksa ikut campur dalam masalah perkawinan ini. Ternyata setelah diusut, barulah diketahui bahwa gadis tersebut secara diam-diam dengan Tohir melakukan tunangan.

Sebagai seorang anak yang menghormati orang tua maupun saudaranya yang lebih tua, akhirnya ia menuruti apa yang dikatakan kakaknya untuk mengurungkan niatnya, tapi dengan syarat barang-barang perhiasan dan uang yang sudah diberikan kepada gadis tersebut dikembalikan. Sampai saat ini gadis tersebut masih hidup rukun dengan suami dan anaknya, di bilangan Tanjung Priok.

Memasuki Dunia Militer
Dalam Tim Brahma I dibawah Letnan KKO Paulus Subekti Tohir memulai kariernya sebagai anggota KKO AL. Ia mulai masuk Angkatan Laut bulan Juni 1964, dan ditugaskan dalam Tim Brahma I di Basis II Ops A KOTI. Di sini ia bertemu dengan Usman alias Janatin bin H. Mohammad ALI dan Gani bin Aroep. Ketiga pemuda ini bergaul cukup erat, lebih-lebih setelah mereka sering ditugaskan bersama sama.

Setelah Tohir memasuki Sukarelawan ALRI, yang tergabung dalam Dwikora dengan pangkat Prajurit KKO II (Prako II) dan mendapat gemblengan selama lima bulan, di daerah Riau daratan, pada tanggal 1 Nopember 1964. Kemudian pada tanggal 1 April 1965 dinaikkan pangkatnya menjadi Kopral KKO I (Kopko I).

Selesai mendapatkan gemblengan di Riau daratan sebagai Sukarelawan Tempur bersama-sama rekan-rekan lainnya, ia dikirim ke Pulau Sambu. Hingga beberapa lamanya rombongan Tohir dan kawan-kawannya yang tergabung dalam kesatuan AKOTI Basis X melaksanakan tugas di Pulau Sambu. Tohir sendiri telah ke Singapura beberapa kali, dan sering mendarat ke Singapura menyamar sebagai pelayan dapur, ia ke sana menggunakan kapal dagang yang sering mampir ke Pulau Sambu untuk mengisi bahan bakar.
Tohir yang mirip-mirip Cina itu ternyata sangat menguntungkan dalam penyamarannya. Bahasa Inggeris, Cina dan Belanda yang dikuasai dengan lancer telah membantu pula dalam kebebasannya untuk bergerak dan bergaul di tengah-tengah masyarakat Singapura yang mayoritas orang Cina.

Pertemuan Usman Harun dalam Operasi Dwikora
Baru saja TNI AL selesai melaksanakan tugas-tugas operasi dalam mengembalikan Irian Barat ke wilayah kekuasaan RI, timbul lagi masalah baru yang harus dihadapi oleh seluruh bangsa Indonesia, dengan dikomandokannya Dwikora oleh Presiden Sukarno pada tanggal 3 Mei 1964 di Jakarta. Komando tersebut mendapat sambutan dari lapisan masyarakat, termasuk ABRI. Hal ini terbukti bahwa rakyat Indonesia berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai sukarelawan Dwikora sehingga mencapai jumlah 21 juta sukarelawan.

Penggunaan tenaga sukarelawan ini membawa dampak yang besar. Dilihat dari segi positifnya memang sangat menguntungkan, karena perang yang akan dihadapi tidak secara frontal, sehingga akan  membingungkan pihak lawan. Tetapi dari segi negatif kurang menguntungkan, karena apabila  sukarelawan
itu tertangkap ia akan diperlakukan sebagai penjahat biasa, jadi bukan sebagai tawanan perang di lindungi oleh UU Perang. Jika Sukarelawan itu tertangkap oleh lawan, resikonya disiksa secara kejam.

Untuk melindungi Operasi tersebut di atas, KOTI kemudian memutuskan untuk mempergunakan tenaga-tenaga militer lebih banyak guna mendampingi sukarelawan-sukarelawan tersebut, memperkuat kekuatan Sukarelawan Indonesia di daerah musuh. Untuk mendukung Operasi A. KKO AL mengirimkan 300 orang anggota yang terdiri dari Kopral sampai Perwira. Sebelum melaksanakan Operasi A. mereka diwajibkan mengikuti pendidikan khusus di Cisarua Bogor. Selesai latihan mereka dibagi dalam tim-tim dengan kode Kesatuan Brahma dan ditugaskan di daerah Semenanjung Malaya (Basis II) dan di Kalimantan Utara (Basis IV).
Yang dikerahkan di Semenanjung Malaya terdiri dari tim Brahma I beranggotakan 45 orang, tim Brahma II 50 orang, tim Brahma III 45 orang dan tim Brahma V 22 orang.

Semenanjung Malaya (Basis II) dibagi beberapa Sub. Basis:
1. Sub. Basis X yang berpangkalan di P. Sambu dan Rengat dengan sasaran Singapura.
2. Sub. Basis Y dengan sasaran Johor bagian barat dan Pangkalan Tanjung Balai.
3. Sub. Basis T yang berpangkalan di P. Sambu dengan sasaran Negeri Sembilan, Selangor dan Kuala Lumpur.
4. Sub. Basis Z dengan sasaran Johor bagian timur.

Sedangkan Tugas Basis II:
1. Mempersiapkan kantong gerilya di daerah lawan.
2. Melatih gerilyawan dari dalam dan mengembalikan lagi ke daerah masing-masing.
3. Melaksanakan demolision, sabotase pada obyek militer maupun ekonomis.
4. Mengadakan propaganda, perang urat syarat
5. Mengumpulkan informasi.
6. Melakukan kontra inteljen.

Dalam operasi ini Janatin/Usman melakukan tugas ke wilayah Basis II. A Koti, ia berangkat menuju Pulau Sambu sebagai Sub Basis dengan menggunakan kapal jenis MTB. Kemudian menggabungkan diri dengan Tim Brahma I di bawah pimpinan Kapten Paulus Subekti yang pada waktu itu menyamar dengan pangkat Letkol KKO - AL dan merangkap menjadi Komandan Basis X yang berpangkalan di Pulau Sambu Riau. Ketika Usman menggabungkan dengan kawan-kawannya,, ia berkenalan dengan Harun dan Gani bin Arup, mereka ini merupakan sahabat yang akrab dalam pergaulan. Dalam tim ini Usman dan Harun mendapat tugas yang sama untuk mengadakan sabotase di Singapura.
Meskipun Usman bertindak sebagai Komandan Tim dan usianya sedikit lebih tua dari Harun, demikian pula ia lebih banyak berpengalaman dalam bidang militer, tetapi ia mengakui masih kurang pengalaman dalam wilayah Singapura. Oleh karena itu dalam melaksanakan tugasnya di Singapura, ia lebih banyak memberikan informasi kepada Usman. Harun telah hafal betul tentang keadaan dan tempat-tempat di Singapura, karena Harun pernah tinggal di sana. Tetapi sebagai seorang militer, mereka masing-masing telah mengetahui apa tugas-tugas mereka sebagai Komandan dan bawahan.

Karena ketatnya penjagaan daerah lawan dan sukar ditembus maka satu-satunya jalan yang ditempuh ialah menyamar sebagai pedagang yang akan memasukkan barang dagangannya ke wilayah Malaysia dan Singapura. Usaha tersebut kelihatan membawa hasil yang memuaskan, karena dengan jalan ini anggota sukarelawan berhasil masuk ke daerah lawan yang kemudian dapat memperoleh petunjuk yang diperlukan untuk melakukan tindakan selanjutnya. Dari penyamaran sebagai pedagang ini banyak diperoleh data yang penting bagi para Sukarelawan untuk melakukan kegiatan. Dengan taktik demikian para Sukarelawan telah berhasil menyusup beberapa kali ke luar masuk daerah musuh.
Untuk memasuki daerah musuh agar tidak menimbulkan kecurigaan lawan, para sukarelawan menggunakan nama samaran, nama di sini disesuaikan dengan nama-nama dimana daerah lawan yang dimasuki. Demikian Janatin mengganti namanya dengan Usman dan disambungkan dengan nama orang tuanya Haji Muhammad Ali. Sehingga nama samaran ini lengkapnya Usman bin Haji Muhammad Ali. Sedangkan Tohir menggunakan nama samaran Harun, dan lengkapnya Harun bin Said. Dengan nama samaran ini Usman, Harun dan Gani melakukan penyusupan ke daerah Singapura untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian tempat-tempat yang dianggap penting.
Sedangkan di front belakang telah siap siaga kekuatan tempur yang setiap saat dapat digerakkan untuk memberikan pukulan terhadap lawan. Kekuatan ini terus bergerak di daerah sepanjang perbatasan untuk mendukung para Sukarelawan yang menyusup ke daerah lawan dan apabila perlu akan memberikan bantuan berupa perlindungan terhadap Sukarelawan yang dikejar oleh musuh di daerah perbatasan.

Memasuki wilayah Singapura
Tanggal 8 Maret 1965 pada waktu tengah malam buta, saat air laut tenang ketiga Sukarelawan iini mendayung perahu,Sukarelawan itu dapat melakukan tugasnya berkat latihan-latihan dan ketabahan mereka. Dengan cara hati-hati dan orientasi yang terarah mereka mengamati tempat-tempat penting yang akan dijadikan obyek sasaran, dan tugas mengamati sasaran-sasaran ini dilakukan sampa larut malam. Setelah memberikan laporan singkat, mereka meng adakan pertemuan di tempat rahasia untuk melaporkan hasil pengamatan masing-masing. Atas kelihaiannya mereka dapa berhasil kembali ke induk pasukannya, yaitu Pulau Sambu sebaga Basis II dimana Usman dan Harus bertugas.

Korban bom di  pintu samping MacDonald House. (http://www.singapolitics.sg)
Pada malam harinya Usman memesan anak buahnya aga berkumpul kembali untuk merencanakan tugas-tugas yang haru dilaksanakan, disesuaikan dengan hasil penyelidikan mereka masing-masing. Setelah memberikan laporan singkat, mereka mengadakan perundingan tentang langkah yang akan ditempuh karena belum adanya rasa kepuasan tentang penelitian singkat yang mereka lakukan, ketiga Sukarelawan di bawah Pimpinan Usman, bersepakat untuk kembali lagi ke daerah sasaran untuk melakukan penelitian yang mendalam. Sehingga apa yang dibebankan oleh atasannya akan membawa hasil yang gemilang.
Di tengah malam buta, di saat kota Singapura mulai sepi dengan kebulatan dan kesepakatan, mereka memutuskan untuk melakukan peledakan Hotel Mac Donald, Diharapkan dapat menimbulkan kepanikan dalam masyarakat sekitarnya. Hotel tersebut terletak di Orchad Road sebuah pusat keramaian d kota Singapura.

Pada malam harinya Usman dan kedua anggotanya kembali menyusuri Orchad Road. Di tengah-tengah kesibukan dan keramaian kota Singapura ketiga putra Indonesia bergerak menuju ke sasaran yang ditentukan, tetapi karena pada saat itu suasana belum mengijinkan akhirnya mereka menunggu waktu yang paling tepat untuk menjalankan tugas. Setelah berangsur angsur sepi, mulailah mereka dengan gesit mengadakan gerakan gerakan menyusup untuk memasang bahan peledak seberat 12,5 kg.
Dalam keheningan malam kira-kira pukul 03.07 malam tersentaklah penduduk kota Singapura oleh ledakan yang dahsyat seperti gunung meletus. Ternyata ledakan tersebut berasal dari bagian bawah Hotel Mac Donald yang terbuat dari beton cor tulang hancur berantakan dan pecahannya menyebar ke penjuru sekitarnya. Penghuni hotel yang mewah itu kalang kabut, saling berdesakan ingin keluar untuk menyelamatkan diri masing-masing. Demikian pula penghuni toko sekitarnya berusaha lari dari dalam tokonya.

Beberapa penghuni hotel dan toko ada yang tertimbun oleh reruntuhan sehingga mengalami luka berat dan ringan. Dalam peristiwa ini, 20 buah toko di sekitar hotel itu mengalami kerusakan berat, 24 buah kendaraan sedan hancur, 30 orang meninggal, 35 orang mengalami luka-luka berat dan ringan. Di antara orangorang yang berdesakan dari dalam gedung ingin keluar dari hotel tersebut tampak seorang pemuda ganteng yang tak lain adalah Usman.
Foto3 : Bom ditempatkan di tangga di lantai MacDonald House. Merobek dinding beton Hongkong Shanghai Bank Dan, menewaskan dua perempuan bekerja di sana. (http://www.singapolitics.sg)
 Bom ditempatkan di tangga di lantai MacDonald House. Merobek dinding beton Hongkong Shanghai Bank Dan, menewaskan dua perempuan bekerja di sana. (http://www.singapolitics.sg)
 
Suasana yang penuh kepanikan bagi penghuni Hotel Mac Donald dan sekitarnya, namun Usman dan anggotanya dengan tenang berjalan semakin menjauh ditelan kegelapan malam untuk menghindar dari kecurigaan. Mereka kembali memencar menuju tempat perlindungan masing-masing.

Pada hari itu juga tanggal 10 Maret 1965 mereka berkumpul kembali. Bersepakat bagaimana caranya untuk kembali ke pangkalan. Situasi menjadi sulit, seluruh aparat keamanan Singapura dikerahkan untuk mencari pelaku yang meledakkan Hotel Mac Donald. Melihat situasi demikian sulitnya, lagi pula penjagaan sangat ketat, tak ada celah selubang jarumpun untuk bisa ditembus. Sulit bagi Usman, Harun dan Gani keluar dari wilayah Singapura.
Untuk mencari jalan keluar, Usman dan anggotanya sepakat untuk menerobos penjagaan dengan menempuh jalan masing masing, Usman bersama Harun, sedangkan Gani bergerak sendiri.

Setelah berhasil melaksanakan tugas, pada tanggal 11 Maret 1965 Usman dan anggotanya bertemu kembali dengan diawali salam kemenangan, karena apa yang mereka lakukan berhasil. Dengan kata sepakat telah disetujui secara bulat untuk kembali ke pangkalan dan sekaligus melaporkan hasil yang telah dicapai kepada atasannya. Sebelum berpisah Usman menyampaikan pesan kepada anggotanya, barang siapa yang lebih dahulu sampai ke induk pasukan, supaya melaporkan hasil tugas telah dilakukan kepada atasan. Mulai saat inilah Usman dan Harus berpisah dengan Gani sampai akhir hidupnya. (lanjut...)

Tuesday, February 04, 2014

Shandra Woworuntu Warga Indonesia Jadi Korban Perdagangan Manusia di AS


Selasa, 04 Februari 2014, Washington, DC
Catatan Hariannya membantu FBI dalam Penyelidikan
VOA Indonesia

Shandra Woworuntu, seorang warga negara Indonesia yang merupakan mantan analis keuangan, terjebak menjadi korban perdagangan manusia saat mengadu nasib ke AS.
Dengan suara bergetar, Shandra Woworuntu berbicara pada VOA tentang kisah kelam yang dialaminya ketika menjadi korban sindikat perdagangan manusia di New York pada 2001.

“Tidak ada satu orang pun yang ingin terjebak. Tidak ada seorang manusia pun ingin mengalami hal ini, tetapi itu di luar daya upaya kita,” ujarnya dalam wawancara melalui telepon, Minggu (2/2).



Tuesday, January 28, 2014



VOA Indonesia
Senin, 27 Januari 2014

Anthony Ginandjar, Koreografer Kelas Dunia Keturunan Indonesia

Seorang keturunan Indonesia turut berada di balik kesuksesan pertunjukan megah Britney Spears, ‘Piece of Me’, di kota Las Vegas, AS.
Anthony Ginandjar (kanan), koreografer keturunan Indonesia bersama rekannya Ashley Evans (kiri) dalam 'The Squared Division' merancang koreografi dan show penyanyi Britney Spears (tengah) (Foto courtesy: The Squared Division).

WASHINGTON DC —
 Jauh sebelum menjadi koreografer kelas dunia, Anthony Ginandjar sudah hobi menari dan menyanyi. Kepada reporter VOA, Vina Mubtadi, pria yang lahir dan besar di Australia ini menceritakan salah satu kebiasaannya waktu kecil.

"Sejak kecil saya senang menyanyi dan menari. Ibu saya bercerita saya sering naik di atas kursi lalu menari dan menyanyi di depan keluarga dan teman. Orangtua saya juga sangat mendukung pilihan saya untuk menyanyi dan menari," ungkap Anthony.

Hobi serta dukungan ayahnya, seorang  warga Indonesia, dan ibunya, seorang warga Italia, membawanya ke Western Australian of Performing Arts, di mana dia menimba ilmu tari dan teater. Sejak itu pria yang menyukai rendang ini mulai sering tampil dan mengajar.

"Saya mulai mengajar kira-kira pada usia 18 tahun. Sebagai guru tari saya mulai belajar cara koreografi. Kira-kira pada usia 22 tahun, saya mulai mendapat pekerjaan koreografi kecil-kecilan di sekitar Perth. Lalu sewaktu saya pindah ke Sydney, saya mulai mendapatkan pekerjaan yang lebih besar dan sampai ke saya yang sekarang ini," paparnya.

Sejak enam tahun lalu, laki-laki 32 tahun ini, bersama rekannya Ashley Evans, mendirikan The Squared Division. Ini adalah rumah produksi yang berbasis di Australia, yang menawarkan jasa koreografi dan artistik untuk artis, konser, event fashion, korporat, dan masih banyak lagi.

Anthony Ginandjar (kiri), koreografer kelas dunia keturunan Indonesia bersama penyanyi AS, Taylor Swift. (Foto courtesy: The Squared Division).

Perusahaannya semakin berkembang dan sejak setahun lalu merambah ke Amerika dan berkantor di Los Angeles. Klien-klien besarnya termasuk penyanyi Kylie Minogue, Ke$ha, Taylor Swift dan yang terbaru; Britney Spears.

Tarian dalam video klip Britney, Work B**ch, adalah salah satu hasil rancangan Anthony dan Ashley.
Mereka juga terlibat dalam pertunjukkan spektakuler ‘Piece of Me’ di Las Vegas,  di mana Britney tampil sebanyak 50 kali setahun selama dua tahun. Dalam setiap pertunjukkan yang berdurasi 90 menit, penyanyi 32 tahun itu membawakan lebih dari 20 lagu dengan berbagai macam kostum di atas panggung yang sangat artistik. Ketika menyanyikan lagu “Everytime” misalnya, dia tampil melayang dengan kostum dan sayap bak malaikat. Dan tidak hanya itu, kata koreografer Ashley Evans, kepada VOA.

“Pertunjukkannya sangat megah, menghadirkan hits-hits Britney sepanjang karir musiknya, kami menggunakan efek spesial, teknologi baru, proyeksi video. Kami juga melibatkan penari-penari terbaik di dunia dan koreografi yang indah. Dan Britney sangat bekerja keras untuk memberikan yang terbaik,” ujar Ashley.

Seorang warga Indonesia, Willy Priyoko, menyaksikan pertunjukkan perdananya pada tanggal 27 Desember. Pria yang sedang liburan di Amerika ini mengatakan kepada VOA, meskipun pelantun “I’m A Slave For You” itu kurang interaktif dengan penonton, tapi secara keseluruhan, penampilannya mengundang decak kagum.
“It's quite different from other resident show karena penontonnya seperti menonton konser; bebas jingkrak-jingkrak dan foto. Jadi energi shownya enak banget. Tidak hanya duduk menunggu klimaks adegan,” komentar Willy.

Untuk pertunjukkan ‘Piece of Me’ ini, duo koreografer Anthony dan Ashley melatih Britney selama lima bulan. Mereka mengatakan merasa beruntung bisa bekerja sama dengan pop star yang melejit lewat “Hit Me Baby One More Time” itu.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Britney adalah seorang ikon. Saya dan Anthony mendengarkan musiknya sejak dulu, mengidolakannya, dan menonton video-video klipnya. Dia adalah ikon generasi kami. Sekarang kami bekerja sama dengannya dan merancang koreografinya, jadi kami merasa beruntung, dan semoga kami bisa membahagiakan Britney dan para penggemarnya,” tambah Ashley.
Meskipun sudah bekerjasama dengan artis-artis kelas dunia, Anthony memendam keinginan untuk bekerjasama dengan artis Asia.

“Kami ingin sekali bekerja dengan artis-artis Indonesia atau Asia, hanya saja kami belum mendapat kesempatan. Jadi, siapa saja yang ingin menggunakan jasa Squared Division, silahkan hubungi kami! Semoga kami bisa bekerja sama dengan pop star Indonesia,” harap Anthony.

Dan bagi para koreografer muda berbakat di Indonesia, Anthony punya nasihat yang berikut ini.
"Yang penting bekerja keras, menjadi diri sendiri, dan konsisten. Industri ini juga ada pasang surutnya. Harus siap mengantisipasi kesuksesan ataupun kegagalan. Sebaiknya juga pandai mengatur bisnis dan jadilah orang yang sekreatif mungkin. Dan kelola imej Anda dengan baik," tuturnya.

Pertunjukkan ‘Piece of Me’ Britney Spears dapat disaksikan di hotel Planet Hollywood, Las Vegas sampai tahun depan.

Wednesday, December 18, 2013

Animator Indonesia, Rini Sugianto dalam film the Hobbit: the Desolation of Smaug



Animator Indonesia Kembali Gebrak Hollywood Lewat 'Hobbit 2'
VOA Indonesia / 11.12.2013/Dhania Iman

Rini Sugianto, animator the Hobbit: the Desolation of Smaug, 
berfoto di set rumah karakter Bilbo Baggins (foto: dok).

Animator Indonesia, Rini Sugianto (33 tahun), kembali menggebrak Hollywood dengan hasil karya animasi terbarunya dalam film theHobbit: the Desolation of Smaug.

Animator Indonesia, Rini Sugianto (33 tahun), kembali menggebrak Hollywood dengan hasil karya animasinya dalam film the Hobbit: the Desolation of Smaug, yang merupakan bagian kedua dari film trilogi, the Hobbit, garapan sutradara Peter Jackson. Film the Hobbit ke-2 yang dirilis tanggal 13 Desember di Indonesia ini kembali menceritakan petualangan Bilbo Baggins dalam melawan naga bernama Smaug yang telah menguasai harta para kurcaci.

Merupakan suatu prestasi yang membanggakan tentunya melihat ada nama orang Indonesia yang ikut menggarap film yang telah dinanti-nanti oleh para fans di seluruh dunia ini.

“Setelah Hobbit yang tahun kemarin, waktu itu saya ikut kerja di dua film, Iron Man 3 dan the Hunger Games: Catching Fire yang sekarang sedang main. Setelah selesai dari Hunger Games, baru mulai terlibat di proses animasi Hobbit 2,” ujar perempuan yang dalam 3,5 tahun terakhir bekerja sebagai animator di perusahaan milik sutradara Peter Jackson, WETA Digital, di Selandia Baru, kepada reporter VOA Indonesia, Dhania Iman, baru-baru ini.

Sekitar 1,200 karyawan dikerahkan oleh WETA Digital untuk menggarap film the Hobbit yang ke-2 yang dikerjakan di Selandia Baru. Animatornya sendiri berkisar sekitar 100 orang.

Makin Mudah ke Kawah Ijen...


BUS DAMRI BUKA RUTE BANYUWANGI-IJEN
Rabu, 18 Desember 2013
Penulis : Ira Rachmawati

Foto VIVANews
Kompas.com
Perum Damri Banyuwangi menyediakan bus perintis yang akan melewati daerah wisata Paltuding Gunung Ijen dan Sarongan yang berada di wilayah Banyuwangi Selatan.

"Kami targetkan trayek yang akan dilewati oleh bus perintis tahun 2014 sudah bisa dijalankan.
Nanti rute trayek yang disiapkan menuju Ijen berangkat dari pelabuhan Ketapang, Licin, Jambu,
Paltuding Ijen dan terakhir Bondowoso," ungkap Heri Subagyo, Kepala Cabang Perum Damri
Banyuwangi kepada Kompas.com, Rabu (18/12/2013).

Foto Rizal Bustami
Ia menjelaskan salah satu tujuan trayek bus perintis tersebut untuk menyentuh transportasi  daerah pedesaan, karena selama tidak ada kendaraan umum yang menuju arah Bondowoso via Paltuding Ijen atau Sarongan.

"Akan ada empat armada yang kami siapkan untuk trayek Ketapang Bondowoso dan empat trayek
Sarongan ke Jajag melewati kecamatan Pesanggaran. Program ini sudah disurvei sejak tahun 2012
lalu. Dan pengadaan bus ini langsung dari pusat," ungkapnya.

Nantinya, menurut Hari, bus perintis non AC yang disediakan yang berisi 24 kursi dan ditargetkan penumpang yang terisi lebih dari 20 persen. "Kami masih belum tentukan harga tiket karena masih dalam kajian dan jika nanti sudah beroperasi kami berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan," kata Hari.

Foto Rizal Bustami
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M Yanuarto Bramuda kepada Kompas.com mengatakan pihaknya menyambut gembira rencana pengoperasian bus tersebut.

"Semoga saja dengan peluncuran armada perintis ini bisa menunjang pertumbuhan industri  pariwisata di Banyuwangi. Apalagi melewati jalur wisata Paltuding ke Gunung Ijen dan Sarongan dengan jalur wisata pantai Pulau Merah dan Teluk Ijo. Jelas ini akan mempermudah wisatawan  untuk mengakses kedua lokasi tersebut," katanya.
Editor : I Made Asdhiana


Lihat Peta Lebih Besar
Rute bus Damri nanti...

Sunday, December 08, 2013

Selamat Jalan Madiba Tersayang....


Foto : VOA

(Saya orang yang sangat mengagumi dan mencantai Nelson Mandela. 5 Desember 2013 merupakan hari kehilangan seorang "orangtua" bagi dunia.  Madiba milik dunia. Madiba membebasakan amnusia dari tirani. Tulisan ini susah saya siapkan jauh-jauh hari, untuk menghormati Madiba. Selamat Jalan Madiba, Rizal Bustami)

www.telegraph.co.uk

Biografi

Rolihlahla Mandela lahir ke Madiba klan di Mvezo, Transkei, pada tanggal 18 Juli 1918, menjadi Nonqaphi Nosekeni dan Nkosi Mphakanyiswa Gadla Mandela, konselor dari Raja Bertindak orang Thembu, Jongintaba Dalindyebo.

Ayahnya meninggal saat ia masih kecil dan Rolihlahla muda menjadi bangsa Jongintaba di Great Place di Mqhekezweni. Mendengar cerita tua itu keberanian leluhurnya selama perang perlawanan, ia memimpikan juga membuat kontribusi sendiri untuk perjuangan kemerdekaan bangsanya.

Ketika ia sekolah SD,  di Qunu, gurunya Nona Mdingane memberinya nama Nelson, sesuai dengan kebiasaan untuk memberikan semua anak-anak sekolah dengan nama "Kristen".

Ia menyelesaikan Sertifikat SMP-nya di Clarkebury Boarding Institute dan melanjutkan untuk Healdtown, sekolah menengah Wesleyan beberapa bereputasi, di mana ia lulus.

Nelson Mandela mulai pendidikannya untuk gelar Bachelor of Arts di University College of Fort Kelinci tapi tidak menyelesaikan gelar sana ia diusir karena bergabung dalam protes mahasiswa. Ia menyelesaikan gelar BA melalui Universitas Afrika Selatan dan kembali ke Fort Kelinci untuk lulus pada tahun 1943.
Add www.vancouversunpodcasts.com
Setelah kembali ke Great Place di Mkhekezweni, Raja sangat marah dan mengatakan kalau ia tidak kembali ke Fort Kelinci dia akan mengatur istri baginya dan Keadilan sepupunya. Mereka melarikan diri ke Johannesburg bukannya tiba disana pada tahun 1941. Di sana ia bekerja sebagai petugas keamanan tambang dan setelah bertemu Walter Sisulu, seorang agen real, yang memperkenalkannya kepada Lazar Sidelsky. Dia kemudian melakukan artikelnya melalui firma pengacara Witkin Eidelman dan Sidelsky.
Sementara itu ia mulai belajar untuk LLB di Universitas Witwatersrand. Menurut pengakuannya sendiri ia adalah seorang mahasiswa miskin dan meninggalkan universitas pada tahun 1948 tanpa lulus. Dia baru mulai belajar lagi melalui University of London dan juga tidak menyelesaikan gelar itu.

Pada tahun 1989, sedangkan pada bulan-bulan terakhir penjara, ia memperoleh LLB melalui Universitas Afrika Selatan. Dia lulus in absentia pada upacara di Cape Town.

Nelson Mandela, sementara semakin politis terlibat dari tahun 1942, hanya bergabung dengan Kongres Nasional Afrika pada 1944 ketika ia membantu membentuk ANC Youth League.

Pada tahun 1944 ia menikah dengan Walter Sisulu sepupu Evelyn Mase, seorang perawat. Mereka memiliki dua putra Madiba Thembekile 'Thembi' dan Makgatho dan dua anak perempuan kedua disebut Makaziwe, yang pertama di antaranya meninggal saat masih bayi. Mereka efektif dipisahkan pada tahun 1955 dan bercerai pada tahun 1958.

Nelson Mandela naik melalui jajaran ANCYL dan melalui kerja ANC diadopsi pada tahun 1949 kebijakan berbasis massa lebih radikal, Program Aksi.

Mandela tahun 1937 (Wikimedia)
Pada tahun 1952 ia terpilih di National Volunteer-in-Chief dari Kampanye Defiance dengan Maulvi Cachalia sebagai Wakilnya. Ini kampanye mengembangkangan sipil terhadap enam hukum yang tidak adil adalah program bersama antara ANC dan Kongres India Afrika Selatan. Dia dan 19 orang lainnya didakwa dengan Pemberantasan Komunisme Act untuk bagian mereka dalam kampanye dan dijatuhi hukuman sembilan bulan, sulit pekerjaan yang dilakukan diskors selama dua tahun.

A diploma dua tahun dalam hukum di atas BA diperbolehkan Nelson Mandela untuk praktek hukum dan pada bulan Agustus tahun 1952 ia dan Oliver Tambo mendirikan firma hukum kulit hitam pertama Afrika Selatan, Mandela dan Tambo.

Pada akhir tahun 1952 ia dilarang untuk pertama kalinya. Sebagai orang terbatas ia hanya bisa menonton diam-diam sebagai Piagam Kebebasan diadopsi di Kliptown pada tanggal 26 Juni 1955.
Nelson Mandela ditangkap polisi dari 156 aktivis pada tanggal 5 Desember 1955 yang menyebabkan 1956 Pengkhianatan Trial. Pria dan wanita dari semua ras menemukan diri mereka di dermaga dalam sidang maraton yang hanya berakhir ketika 28 lalu menuduh, termasuk Mandela dibebaskan pada tanggal 29 Maret 1961.

www.cbs.ca

Pada 21 Maret 1960 polisi menewaskan 69 orang bersenjata dalam aksi protes di Sharpeville melawan hukum lulus. Hal ini menyebabkan negara dalam keadaan darurat pada 31 Maret dan pelarangan ANC dan Africanist Kongres Pan pada tanggal 8 April. Nelson Mandela dan rekan-rekannya di Pemberontakan Trial berada di antara ribuan ditahan dalam keadaan darurat.

Selama persidangan pada 14 Juni 1958 Nelson Mandela menikah dengan seorang pekerja sosial Winnie Madikizela. Mereka memiliki dua anak perempuan Zenani dan Zindziswa. Pasangan ini bercerai pada tahun 1996.

Hari sebelum akhir Pemberontakan Trial, Nelson Mandela melakukan perjalanan ke Pietermaritzburg untuk berbicara di All-in Africa Conference, yang diselesaikan dan ia harus menulis kepada Perdana Menteri Verwoerd meminta konvensi nasional non-rasial, dan memperingatkan bahwa seharusnya ia tak setuju ada akan menjadi pemogokan nasional melawan Afrika Selatan menjadi republik. Begitu ia dan rekan-rekannya dibebaskan di Pengadilan Pemberontakan, Nelson Mandela pergi dalam gerakan bawah tanah dan mulai merencanakan pemogokan nasional untuk 29, 30 dan 31 Maret. Dalam menghadapi mobilisasi besar keamanan Negara, pemogokan dibatalkan. Pada bulan Juni 1961 ia diminta untuk memimpin perjuangan bersenjata dan membantu mendirikan Umkhonto weSizwe (Tombak Bangsa).

Pada 11 Januari 1962 dengan menggunakan nama mengadopsi David Motsamayi, Nelson Mandela meninggalkan Afrika Selatan diam-diam. Dia berkeliling ke Afrika dan mengunjungi Inggris untuk memperoleh dukungan bagi perjuangan bersenjata. Ia menerima pelatihan militer di Maroko dan Ethiopia dan kembali ke Afrika Selatan pada bulan Juli 1962. Dia ditangkap di sebuah rintangan jalan polisi di luar Howick pada tanggal 5 Agustus ketika kembali dari KwaZulu-Natal di mana ia mendapat penjelasan Presiden ANC, Albert Luthuli tentang perjalanannya.

Add Plasa MSN
Dia didakwa dengan meninggalkan negara itu secara ilegal dan mengajak pekerja untuk menyerang. Dia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara yang ia mulai melayani di Pretoria Penjara Lokal. Pada tanggal 27 Mei 1963, ia dipindahkan ke Pulau Robben dan kembali ke Pretoria pada 12 Juni. Polisi menggerebek tempat rahasia yang  digunakan oleh ANC di Rivonia dan aktivis Partai Komunis dan beberapa rekan-rekannya ditangkap.

Pada Oktober 1963 Nelson Mandela bergabung dengan sembilan orang lainnya diadili karena sabotase dalam apa yang dikenal sebagai Pengadilan Rivonia. Menghadapi hukuman mati kata-katanya ke pengadilan pada akhir nya terkenal 'Pidato dari Dock' pada 20 April 1964 menjadi diabadikan:
"Saya telah berjuang melawan dominasi putih, dan aku telah berjuang melawan dominasi hitam. Saya telah dihargai ideal sebuah masyarakat yang demokratis dan bebas di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah ideal yang saya harap untuk hidup dan untuk mencapai. Tapi jika kebutuhan akan, itu adalah ideal untuk yang saya siap untuk mati."

Pada 11 Juni 1964 Nelson Mandela dan tujuh terdakwa lainnya Walter Sisulu, Ahmed Kathrada, Govan Mbeki, Raymond Mhlaba, Denis Goldberg, Elias Motsoaledi dan Andrew Mlangeni dihukum dan hari berikutnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Denis Goldberg dikirim ke Penjara Pretoria karena ia berkulit putih sementara yang lain pergi ke Pulau Robben.
Ibu Nelson Mandela meninggal pada tahun 1968 dan putranya Thembi tertua pada tahun 1969. Dia tidak diizinkan untuk menghadiri pemakaman mereka.

Add Mandela dengan Federik de Kller di Word Economic Forum Annual Meeting Davos tahun
                       1992/Foto :  http://www.nelsonmandela.org/
Pada 31 Maret 1982 Nelson Mandela dipindahkan ke Penjara Pollsmoor di Cape Town dengan Sisulu, Mhlaba dan Mlangeni. Kathrada bergabung dengan mereka pada bulan Oktober. Ketika ia kembali ke penjara pada bulan November 1985 setelah operasi prostat Nelson Mandela ditahan sendirian. Menteri Kehakiman Kobie Coetsee telah mengunjunginya di rumah sakit. Kemudian Nelson Mandela memulai berbicara tentang pertemuan akhir antara pemerintah apartheid dan ANC.

Pada tahun 1988 ia dirawat karena Tuberkulosis dan dipindahkan pada tanggal 7 Desember 1988 di sebuah rumah Victor Verster Penjara dekat Paarl. Dia dibebaskan dari gerbang pada Minggu 11 Februari 1990, sembilan hari setelah pencabutan larangan ANC dan PAC dan hampir empat bulan setelah rilis kawan-kawan Rivonia tersisa. Sepanjang penahanannya ia telah menolak setidaknya tiga penawaran bersyarat rilis.
Nelson Mandela menenggelamkan diri ke dalam pembicaraan resmi untuk mengakhiri pemerintahan minoritas kulit putih dan pada tahun 1991 ia terpilih sebagai Presiden ANC untuk menggantikan temannya yang sakit, Oliver Tambo. Pada tahun 1993 ia dan Presiden FW de Klerk bersama-sama memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.  

Pada tanggal 10 Mei 1994 ia dilantik Presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Afrika Selatan. Pada ulang tahunnya yang ke-80 pada tahun 1998 ia menikah Graça Machel, istri ketiganya.
Sesuai dengan janjinya Nelson Mandela mengundurkan diri pada tahun 1999 setelah satu periode sebagai Presiden. Dia terus bekerja dengan Dana Nelson Mandela Children, ia didirikan pada tahun 1995 dan mendirikan Yayasan Nelson Mandela dan The Mandela-Rhodes Foundation.

Add Simbol-simbol Aparheid itu… / Foto : http://www.nelsonmandela.org/

Pada bulan April 2007 cucunya, Mandla Mandela menjadi kepala Dewan Adat Mvezo pada upacara di Great Place Mvezo.

Nelson Mandela pernah goyah dalam pengabdian kepada demokrasi, kesetaraan dan pembelajaran. Meskipun provokasi mengerikan, dia tidak pernah menjawab rasisme dengan rasisme. Hidupnya telah menjadi inspirasi bagi semua yang tertindas dan kekurangan, untuk semua orang yang menentang penindasan dan perampasan.

Nama                                                                          
Mr Nelson Rolihlahla Mandela kadang-kadang disebut dengan nama lain.
Setiap nama memiliki arti tersendiri dan cerita. Bila Anda menggunakannya Anda harus tahu apa yang Anda katakan dan mengapa. Jadi di sini adalah penjelasan singkat dari masing-masing nama.
Rolihlahla - Ini adalah nama lahir Mandela: itu adalah nama isiXhosa yang berarti "menarik cabang pohon", tapi bahasa sehari-hari berarti "pembuat onar". Ayahnya memberinya nama ini.

Add Sel Mandela di Pulau Roben (Wikimedia)
Nelson - Nama ini diberikan kepadanya pada hari pertamanya di sekolah oleh gurunya, Miss Mdingane. Memberikan anak-anak Afrika nama Inggris adalah kebiasaan di antara Afrika di hari-hari dan dipengaruhi oleh kolonial Inggris yang tidak bisa dengan mudah, dan sering tidak, mengucapkan nama Afrika. Tidak jelas mengapa Nona Mdingane memilih nama "Nelson" untuk Mandela.

Madiba - ini adalah nama klan yang Mandela adalah anggota. Sebuah nama marga jauh lebih penting daripada nama keluarga karena mengacu pada nenek moyang dari mana seseorang turun. Madiba adalah nama seorang kepala Thembu yang memerintah di Transkei pada abad ke 18. Hal ini dianggap sangat sopan untuk menggunakan nama marga seseorang.

Tanda tangan Mandela / Sumber : http://www.nelsonmandela.org/
Tata - Kata ini isiXhosa berarti "ayah" dan adalah istilah dari sayang yang banyak orang Afrika Selatan digunakan untuk Mandela. Karena ia adalah sosok ayah bagi banyak orang, mereka memanggilnya Tata terlepas dari usia mereka sendiri.

Khulu - Mandela sering disebut "Khulu", yang berarti besar, penting, besar. Pembicara berarti "Satu besar" ketika mengacu Mandela dengan cara ini. Ini juga merupakan bentuk singkat dari isiXhosa kata "uBawomkhulu" untuk "kakek".

Dalibhunga - Ini adalah nama Mandela diberikan pada usia 16 setelah ia menjalani inisiasi, ritus Xhosa tradisional dari petikan menuju kedewasaan. Ini berarti "pencipta atau pendiri dewan" atau "Convenor dialog". Penggunaan yang benar dari nama ini saat menyapa Mandela adalah "Aaah! Dalibhunga ".
Nama lain - Tentu saja, keluarga Mandela menggunakan banyak istilah sayang untuknya. Cucu-cucunya menggunakan varian "Kakek", seperti "Kakek" misalnya. Mrs Graça Machel sering menggunakan "Papa".

www.nupeolemagazine.com

Silsilah....

Sunday, September 29, 2013

Kisah Penglima Awang, Pengeliling Dunia dari Malayu

Pengantar Editor, 
28 Juli Voice of Amerika melansir berita, dimana menurut sejarawan Dr. Joyce Chaplin – yang mengira bahwa orang pertama mengelilingi dunia adalah berasal Melayu, yaitu bernama Panglima Awang. Berdasarkan artikel tersebut, saya mencari sumber lain di internet. Ternyata kisah petualangan Panglima Awang yang bernama lain Enrique de Malacca sebagai awak armada  Ferdinand Magellan banyak ditemui di situs-situs Negara jiran, Malaysia dan Singapore. Namun orang hebat ini tidak dikenal di Indonesia. Di Malaysia dan di Singapore, Panglima Awang amat dihormati dan dikenang. Sumber kisa Panglima Awang yang pakai, berasal dari http://library.utem.edu.my/, dengan judul tulisan Panglima Awang sebagai Magellan Melayu.
Dimanakah asal Panglima Awang, apakah dari Indonesia, Malaysia atau Singapore, bagi saya tidaklah penting karena pada masa itu kawasan Nusantara ini belum terpecah-pecah menjadi beberapa Negara. Bahwa Panglima Awang anak Melayu, ya !
Tulisan ini akan menjadi pengetahuan yang luar biasa guanyanya bagi orang Indonesai, bahwa ada anak Melayu yang sejajar dengan pengelana dari Eropa dan Arab.

HARGA BENELLI MOTOBI 152 TH 2023