Wednesday, August 12, 2009

Laporan Ranca Upas


Catatan Rizal Bustami dari JPI Ranca Upas


Jambore yang Canggih


Jambore yang warna-warani, Jambore yang semarak, Jambore gaya baru

Inilah pesta petualang Indonesia


Di kalangan pecinta alam / pendaki gunung, dikenal adanya Gladian. Pada Gladian tersebut, berkumpul berbagai organisasi pecinta alam Indonesia. Gladian tersebut kini tinggal wacana belaka.


Stasiun Televisi Nasional Trans 7, yang mana menayangkan acara Jejak Petualang, pada tanggal 8-9 Agustus 2009, di Ranca Upas, Kabupaten Bandung, menggelar acara Jambore Petualang Indonesia (JPI). Berbagai elemen aktivitas alam bebas, seperti Pendaki Gunung, Fotographi, Konservasi, Herbal dan Mountain Bike, dihadirkan. Dan, ada pula pengenalan satwa liar, yaitu ular.


Materi acara sarat dengan pengetahuan, yang disampaikan oleh narasumber yang berkompeten. Materinya adalah Survivor Alam Bebas, Tanaman Obat, Mountain Bike, Jurnalistik Alam, Fotografi Alam, Family Camp dan Pengenalan Ular.


Kasat mata menampilkan kemeriahan, kesemarakan yang diwarnai oleh semangat muda pada zaman terkini. Ini menjadi menarik, kehadiran 1000 lebih petualang tersebut, adalah anak muda. Fenomena ini perlu disikapi, dengan munculnya petualang muda yang berpikir dengan cara sendiri, persepsinya sendiri, dan pilihannya sendiri. Dunia interned, menjadi bagian alat komunikasi diantara mereka. Dunia interned, menjadi alat pertukaran dan pencarian pengetahuan terbaru oleh mereka.


Acara JPI tersebut, tanpa acara pembanding, sehingga kita tidak bisa memberikan suatu penilaian refrensi. Trans 7 dengan JPI-nya telah melahirkan suatu agenda baru yang sarat makna di tanah air ini sebagai pembinaan generasi muda.


Saya hadir yang disana, kebetulan sebagai Narasumber Mountain Bike, yang saya geluti sejak tahun 1995, merasa terbelakang dan merasa tua ditengah kumpulan anak muda yang modern dan dengan pengetahuan terbaru.


Materi yang perlu ditambahkan, menurut saya, adalah Manejemen Ekspedisi, Pisik dan Metal dan Sirmulasi Evakuasi.


Saya berharap, pada JPI berikutnya, anak mudalah yang tampil sebagai narasumber. Mereka adalah anak zaman, yang tua sudah ketinggalan zaman. Para kekolot, duduk manis saja dengan jacket dingin dan secangkir kopi. Namun demikian, generasi muda juga harus mempunyai keberanian mengambil alih pemikiran dan ide.


Jambore Petualang Indonesia, jadilah sebagai Pesta Akbar-nya petualang Indonesia. Pada event itulah para petualang tua dan muda bertemu - yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Foto-foto : Krisna


























6 comments:

eddy ruslan said...

gileeeee sekarang udah jadi pakar men
tapi emang bener juga zal,begitu sehari sebelumnya dan malam makan daging n makanan bergizi cukup,tenaga tambah kuat,atau karena gua maennya berdua nurul yah hahahahahah ,sabtu 15 agustus telaga warna zal dari bogor tanpa angkot,gowes teruuuuuusssss

Melihat Indonesia said...

Mengamalkan pengetahuan dan pengalaman. Banyak orang mengabaikan tubuhnya, padahal itu mesinnya.

tHea Arabella said...

Abang.. Mau klarifikasi sedikit, trans 7 tidak ada sangkut pautnya dengan Jambore Petualang Indonesia, kegiatan Jambore kemarin murni dari Jejak Petualang Community dan trans 7 hanya meliput Saja..

Sepertinya panitia banyak yang protes dengan trans 7 disangkut"kan dengan JPI...=)

Terima kasih sudah mau menulis tentang Jambore Petualang Indonesia bang..

Untuk tulisan mengenai perjalanan, diusahakan bang, masih susah untuk menulis dengan baik dan jelas mengenai perjalanan yang aku jalanin bang, huks...
Suka mood"an soalnya....

Melihat Indonesia said...

Terimakasih klarifikasi Thea tentang penyelenggaraan Jambore Petualang Indonesia, yang ternyata tidak ada sangkut-pautnya dengan Stasiun Televisi Trans 7. Terkesan memang, event ini adalah acara yang digelar Trans 7, karena acara Jejak Petualang ditayangkan oleh stasiun tersebut.
Abang mendukung acara ini - yang memang luar biasa. Inilah anak muda yang bekerja... Anak muda harus berani tampil, tanpa si tua.

Krisna Dwi Haryanto said...

Jpi 2009!....
Bukan jambore sesungguhnya!
lebih terlihat seperti kegiatan komersil!....
Kegiatan ini tidak terasa kehangatan sebagaimana mestinya petualang yang berkumpul...
dari lokasi Camp Panitia saja! tidak terasa kehangatan dan kebersamaan...mereka Para Panitia terlihat gagah dengan golingannya masing-masing.
Yang Tua maunya disapa!... yang Muda besar kepala dengan egonya masing-masing.


Dan hanya satu elemen yang relevan dengan tema acara!....
yaitu penanaman 1000 pohon, tapi yang jadi pertanyaan Saya adalah nilai konservasi tidak lengkap rasanya, jika hanya dengan menanam! harus ada tindak lanjutnya, bukan hanya pihak pengelola Ranca Upas yang menjaga kelanjutan pertumbuhan 1000 pohon yang ditanam tersebut!....


Terimakasih

Krisna Dwi Haryanto said...

Jpi 2009!....
Bukan jambore sesungguhnya!
lebih terlihat seperti kegiatan komersil!....
Kegiatan ini tidak terasa kehangatan sebagaimana mestinya petualang yang berkumpul...
dari lokasi Camp Panitia saja! tidak terasa kehangatan dan kebersamaan...mereka Para Panitia terlihat gagah dengan golingannya masing-masing.
Yang Tua maunya disapa!... yang Muda besar kepala dengan egonya masing-masing.


Dan hanya satu elemen yang relevan dengan tema acara!....
yaitu penanaman 1000 pohon, tapi yang jadi pertanyaan Saya adalah nilai konservasi tidak lengkap rasanya, jika hanya dengan menanam! harus ada tindak lanjutnya, bukan hanya pihak pengelola Ranca Upas yang menjaga kelanjutan pertumbuhan 1000 pohon yang ditanam tersebut!....


Terimakasih

HARGA BENELLI MOTOBI 152 TH 2023